Selamat datang di Zona Yoggazta Jaga sikap dan tanamkan kedamaian ya Dan jadiLah diri kamu sendiri ok Yoggazta Cinta Damai

Minggu, 18 November 2012

Laporan Praktikum Vitamin (KFA)



LAPORAN PRAKTIKUM V
KIMIA FARMASI ANALITIK I (KFA I)
VITAMIN






                                                                                                                
Disusun :
Yoga Kevan Rahmat
31109071 (Far. 3B)




PROGRAM STUDI FARMASI
SEKOLAH TINGGI KESEHATAN (STIKes)
BAKTI TUNAS HUSADA
TASIKMALAYA
2011
A.    Nomor Praktikum   : 07
B.     Tanggal Praktikum : 17 November 2011
C.     Judul Praktikum      : Vitamin
D.    Tujuan Praktikum   : Untuk mengidentifikasi senyawa vitamin
E.     Dasar Teori
Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik amina berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.
Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.
Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Buah-buahan dan sayuran terkenal memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah baik untuk tubuh. Asupan vitamin lain dapat diperoleh melalui suplemen makanan.
Fungsi vitamin adalah :
1.        Sebagai kofaktor ( elemen pembantu ) untuk reaksi enzimatik
2.        Regenerasi Kulit.
3.        Penglihatan
4.        Sistem Susunan Syarap
5.       Pembekuan Darah
Contoh Vitamin :
Vitamin A
Kebutuhan
Sulit untuk menentukan jumlah kebutuhan vitamin A. Vitamin ini diproduksi dari dua senyawa yang berbeda yang diubah di dalam tubuh menjadi vitamin A. Dalam sumber makanan hewani, tersedia dalam bentuk retinol; dalam sumber makanan nabati berada dalam bentuk beta-karoten, yang kurang efisien dibanding retinol untuk produksi vitamin A. Hal inilah yang mebuat jumlah vitamin A yang disarankan diberikan dalam bentuk retinol ekivalen, RE. Jumlah vitamin A yang direkomendasikan adalah 1000 mikro-gram RE perhari untuk pria dan 800 mikro-gram untuk wanita.


Sumber-sumber utama
Sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan pembawa vitamin A terbanyak. Sebagian besar makanan yang mengandung vitamin A adalah yang berwarna cerah (meskipun tidak semua makanan yang berwarna cerah mengandung vitamin A). Sayuran yang kaya akan vitamin A adalah wortel, ubi, labu kuning, bayam dan melon. Susu, keju mentega dan telur juga mengandung vitamin A.
Fungsi
Vitamin A penting untuk pemeliharaan sel kornea dan epitel dari penglihatan. Vitamin A juga membantu pertumbuhan dan reproduksi tulang dan gigi. Selain itu vitamin A juga berperan dalam pembentukan dan pengaturan hormon serta membantu melindungi tubuh terhadap kanker.
Gejala kekurangan
Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan konsekuensi yang serius. Hal ini biasanya disertai kekurangan protein dan mineral seng. Vitamin A dapat disimpan didalam tubuh selama setahun. Hal ini berarti bahwa gejala kekurangan tidak tampak segera setelah berhentinya konsumsi dari vitamin ini. Bagaimanapun, jika hal ini tampak setelah waktu yang lama dari saat tidak ada konsumsi, gejalanya mungkin sangat jelas dan berat.
Satu dari gejala pertama adalah kebutaan di malam hari. Jika kekurangan berlanjut, hal ini juga dapat berperan dalam penurunan fungsi kornea dan menyebabkan kebutaan. Kekurangan vitamin ini juga dapat mencegah pertumbuhan tulang, atau menyebabkan perubahan bentuk tulang, membentuk celah dan kerusakan pada gigi dan terhentinya pertumbuhan sel-sel pembentuk gigi. Anemia merupakan akibat yang lain. Sebagai tambahan, defisiensi ini mempengaruhi sistem tulang dan syaraf, dan dapat mengakibatkan kelumpuhan.
Keracunan
Keracunan vitamin A terjadi pada saat protein yang mengikatnya telah terpenuhi sehingga vitamin A yang bebas dapat menyerang sel-sel tubuh. Hal ini biasanya tidak terjadi jika vitamin berasal dari makanan sehari-hari, tetapi hal ini dapat terjadi jika seseorang menggunakan suplemen. Gejala-gejalanya adalah mual, muntah, nyeri pada perut, diare dan kehilangan berat badan. Sistem syaraf dan otot juga bisa dipengaruhi, menyebabkan gejala seperti kehilangan nafsu makan, sifat mudah marah, lelah, susah tidur, gelisah, sakit kepala dan lemah otot.







F.     Alat dan Bahan
Alat :
1.      Pipet tetes
2.      Spirtus
3.      Kaki tiga
4.      Tabung reaksi
5.      Rak tabung
6.      Gelas kimia
            Bahan :
1.      Sample 25 dan 108
2.      Aquadest, Asam Sulfat, Kloroform, Etanol, Fehling A dan B, dll.

G.    Prosedur Kerja
-          Pemeriksaan organoleptik :
Sample 25  : Warna kuning
                           Bentuk serbuk
                           Rasa tidak berasa
                           Bau khas
      Sample 108 :Warna putih
                           Bentuk serbuk
                           Rasa pahit
                           Bau netral
-          Uji Golongan :
Vitamin larut dalam air dan tidak.
-          Uji penegasan :
Direaksikan dengan reagen.



H.    Data dan Hasil Pengamatan
Uji organoleptis :
No
Sample
Warna
Bentuk
Rasa
Bau
Dugaan
Simpulan
1
25
Kuning
Serbuk
Pahit
Khas
Vitamin A dan K
-
2
108
Putih
Serbuk
Tidak berasa
Netral
-
-

Uji Golongan :
No
Cara Kerja
Hasil
Dugaan
Kesimpulan
1
Sample 25 + Air
Tidak larut
Vitamin A dan K

2
Sample 108 + Air
Larut air
Nikotinamida / B1


Uji penegasan :
No
Cara Kerja
Hasil
Dugaan
Kesimpulan
1
Sample 25 + AgNO3
Bening
-

2
Sample 108 + FeCl
   Kuning coklat
Nikotinamida
-








I.       Pembahasan
          Pada praktikum ini membahas mengenai pengidentifikasian vitamin dalam sample. Sample yang didapat adalah nomor 25 dan 108. Kedua sample ini berbeda dari segi warna bentuk (organoleptis). Sample keduanya adalah vitamin, dalam semua sample terdapat vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, K, dan Nikotinamida.
          Vitamin merupakan nutrisi tanpa kalori yang penting dan dibutuhkan untuk metabolisme tubuh manusia. Vitamin tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia, tetapi diperoleh dari makanan sehari-hari. Fungsi khusus vitamin adalah sebagai kofaktor (elemen pembantu) untuk reaksi enzimatik.
           Pada sample pertama dengan nomor 25 dilakukan uji organoleptis terlebih dahulu yaitu meliputi warna, bentuk, bau, rasa dan dugaan. Pada sample ini mempunyai cirri yang khas yaitu kuning tua, sample ini diprediksikan adalah vitamin A. Tetapi harus dilakukan pengujian terlebih dahulu mengenai kelarutannya, ternyata tidak larut dalam air, dan sudah dapat disimpulkan sample ini adalah vitamin A. Untuk pembuktian selanjutnya dengan uji penegasan yang mereaksikannya dengan AgNO3, ternyata positif berwarna bening. Sample 25 adalah vitamin A. Vitamin A sangat baik digunakan dalam ketajaman penglihatan, karena mengandung beta carotene.
Vitamin A dalam tumbuhan terdapat dalam bentuk prekusor (provitamin). Provitamin A terdiri dari α, β, dan γ- karoten. β – karoten merupakan pigmen kuning dan salah satu jenis antioksidan yang memegang peran penting dalam mengurangi reaksi berantai radikal bebas dalam jaringan. Struktur kimia β –karoten ditunjukkan pada Gambar :
Gambar :  Struktur kimia β – karoten


Vitamin A terdiri dari 3 biomolekul aktif, yaitu retinol, retinal (retinaldehyde) dan retinoic acid :
 
                                Gambar  :  Tiga biomolekul aktif vitamin A

         Pada sample selanjutnya dengan nomor 108 mempunyai rasa yang sangat pahit dengan warna serbuk putih, sample ini diduga adalah Nikotinamida. Sample ini larut dalam air. Sample ini juga bereaksi dengan FeCl membentuk warna kuning coklat.














J.      Kesimpulan
-          Sample 25 adalah Vitamin A.
-          Sample 108 adalah Nikotinamida.

K.    Daftar Pustaka
Sumber : Diktat KFA 1 2011
Diakses pada tanggal 23 November 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan jika ada pendapat lain, masukan, atau kritik membangun untuk kebaikan penulis, khalayak, dan isi blog ini bisa tuliskan pesan di bawah ini dengan menyertakan identitas. Terima kasih.