Selamat datang di Zona Yoggazta Jaga sikap dan tanamkan kedamaian ya Dan jadiLah diri kamu sendiri ok Yoggazta Cinta Damai

Minggu, 18 November 2012

Laporan Praktikum Fenol (KFA)



LAPORAN PRAKTIKUM I
KIMIA FARMASI ANALITIK I (KFA I)
FENOL






                                                                                                                
Disusun :
Yoga Kevan Rahmat
31109071 (Far. 3B)




PROGRAM STUDI FARMASI
SEKOLAH TINGGI KESEHATAN (STIKes)
BAKTI TUNAS HUSADA
TASIKMALAYA
2011
A.    Nomor Praktikum   : 02
B.     Tanggal Praktikum : 6 September 2011
C.     Judul Praktikum      : Fenol
D.    Tujuan Praktikum   : Untuk mengidentifikasi senyawa Fenol
E.     Dasar Teori
1.      Pengertian
       Merupakan senyawa yang terbentuk dari ikatan fenil dengan gugus hidroksil.
Memiliki titik didih yang tinggi karena memiliki ikatan hidrogen. Semakin banyak   gugus hidroksil, maka semakin tinggi titik didihnya, sehingga fenol monovalen lebih  
mudah didestilasi daripada fenol polivalen. Dapat larut dalam air dengan perbandingan 9 gram fenol dalam 100 gram air. Fenol lainnya sukar larut. Mudah larut dalam etanol dan eter. Fenol yang tidak larut dalam air dapat larut dalam basa kuat (larutan alkali hidroksida).
2.      Pembagian Fenol
      Fenol dibagi ke dalam dua golongan. Fenol monovalent, yaitu fenol yang hanya menigakt satu gugus hidroksil. Contoh: Phenol, o-Chlorophenol, m-Cresol, p-Hydroxybenzoic acid. Fenol polivalen , yaitu fenol yang memiliki banyak gugus hidroksil terikat pada inti fenil. Contoh, catechol, hydroquinone dan resorcinol. Fenol sangat banyak pemanfaatannya dalam kehidupan sehingga disintesis secara besar-besaran dalam industri atau diekstrak dari tumbuhan alam.
Secara umum pemeriksaan gugus fenol dibagi menjadi beberapa tahap:
1.      Identifikasi pendahuluan (organoleptis),
2.      Identifikasi menggunakan reaksi umum,
3.      Identifikasi derivat fenol menggunakan reaksi khusus.

Fenol memiliki kelarutan terbatas dalam air, yakni 8,3 gram/100 ml. Fenol memiliki sifat yang cenderung asam, artinya ia dapat melepaskan ion H+ dari gugus hidroksilnya. Pengeluaran ion tersebut menjadikan anion fenoksida C6H5O yang dapat dilarutkan dalam air.
Dibandingkan dengan alkohol alifatik lainnya, fenol bersifat lebih asam. Hal ini dibuktikan dengan mereaksikan fenol dengan NaOH, di mana fenol dapat melepaskan H+. Pada keadaan yang sama, alkohol alifatik lainnya tidak dapat bereaksi seperti itu. Pelepasan ini diakibatkan pelengkapan orbital antara satu-satunya pasangan oksigen dan sistem aromatik, yang mendelokalisasi beban negatif melalui cincin tersebut dan menstabilkan anionnya.
Fenol didapatkan melalui oksidasi sebagian pada benzena atau asam benzoat dengan proses Raschig, Fenol juga dapat diperoleh sebagai hasil dari oksidasi batu bara.
                      http://id.wikipedia.org/wiki/Fenol













F.     Alat dan Bahan
Alat :
1.      Pipet tetes
2.      Spirtus
3.      Kaki tiga
4.      Tabung reaksi
5.      Rak tabung
6.      Gelas kimia
            Bahan :
1.      Sample 7 dan 17
2.      Pereaksi untuk identifikasi

G.    Prosedur Kerja
-          Pemeriksaan organoleptik :
Sample 7  : Warna kuning pucat
                          Bentuk padat
                          Rasa -
                          Bau khas
      Sample 17 : Warna putih
                          Bentuk hablur jarum
                          Rasa pahit
                          Bau khas

-          Reaksi penentuan sample





H.    Data dan Hasil Pengamatan
No
Sample
Warna
Bentuk
Rasa
Bau
Dugaan
Simpulan
1
7
Kuning Pucat
Serbuk
-
Khas
Dermatol/Rivanol
-
2
17
Putih
Hablur kristal
Pahit
Khas
Vanilin
-

No
Cara Kerja
Hasil
Dugaan
Kesimpulan
1
Sample  7 + Aquadest
Tidak tercampur
Dermatol
Dermatol
2
Sample 17 + Aquadest
Larut
Vanilin
Vanilin














I.       Pembahasan
            Pada percobaan praktikum ini cukup mudah, karena sample yang didapat tidak memerlukan banyak waktu untuk melakukan percobaan reaksi/pengidentifikasian. Sample yang didapat adalah nomor 7 dan 17, kedua sample ini mempunyai tingkat  kemudahan yang cukup besar untuk mengidentifikasinya.
           Sample nomor 7 sangat mudah untuk diidentifikasi, hanya dengan melarutkan dengan sedikit air dan jika campuran keduanya berpisah maka sudah dipastikan itu adalah Dermatol, warnanya kuning pucat. Dalam semua sample terdapat 2 warna kuning, kuning tua dan kuning pucat, jika sample kuning tua dilarutkan dengan air maka akan bersatu dan itu adalah Rivanol.
           Sample nomor 17 pun sangat mudah sekali untuk dilakukan pengidentifikasian, cukup dengan uji organoleptis yang meliputi bau dan rasa pun sudah bisa diprediksikan apa nama dari sample 17. Pada uji organoleptisnya yang mempunyai bau khas Vanili dan rasa yang pahit menandakan positif itu adalah sample Vanili. Untuk lebih membuktikan lagi dalam percobaan, reaksi dengan air ternyata larut, karena sifat Vanili kelarutannya larut dalam air dan etanol.

J.      Kesimpulan
-          Sample 7 adalah Dermatol yang mempunyai warna kuning pucat dan tidak larut.
-          Sample 17 adalah Vanilin yang mempunyai bau khas Vanili dan rasa pahit.

K.    Daftar Pustaka
Semua di akses pada tanggal 11 September 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan jika ada pendapat lain, masukan, atau kritik membangun untuk kebaikan penulis, khalayak, dan isi blog ini bisa tuliskan pesan di bawah ini dengan menyertakan identitas. Terima kasih.