Selamat datang di Zona Yoggazta Jaga sikap dan tanamkan kedamaian ya Dan jadiLah diri kamu sendiri ok Yoggazta Cinta Damai

Minggu, 18 November 2012

Laporan Praktikum Antibiotika (KFA)



LAPORAN PRAKTIKUM V
KIMIA FARMASI ANALITIK I (KFA I)
ANTIBIOTIKA






                                                                                                                
Disusun :
Yoga Kevan Rahmat
31109071 (Far. 3B)




PROGRAM STUDI FARMASI
SEKOLAH TINGGI KESEHATAN (STIKes)
BAKTI TUNAS HUSADA
TASIKMALAYA
2011
A.    Nomor Praktikum   : 06
B.     Tanggal Praktikum : 10 November 2011
C.     Judul Praktikum      : Antibiotika
D.    Tujuan Praktikum   : Untuk mengidentifikasi senyawa antibiotika
E.     Dasar Teori
   Kemampuan suatu terapi antimikrobial sangat bergantung kepada obat, pejamu, dan agen penginfeksi. Namun dalam keadaan klinik hal ini sangat sulit untuk diprediksi mengingat kompleksnya interaksi yang terjadi di antara ketiganya. Namun pemilihan obat yang sesuai dengan dosis yang sepadan sangat berperan dalam menentukan keberhasilan terapi dan menghindari timbulnya resistansi agen penginfeksi.
   Antibiotik adalah segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Literatur lain mendefinisikan antibiotik sebagai substansi yang bahkan di dalam konsentrasi rendah dapat menghambat pertumbuhan dan reproduksi bakteri dan fungi. Berdasarkan sifatnya (daya hancurnya) antibiotik dibagi menjadi dua:
1.   Antibiotik yang bersifat bakterisidal, yaitu antibiotik yang bersifat destruktif terhadap bakteri.
2.   Antibiotik yang bersifat bakteriostatik, yaitu antibiotik yang bekerja menghambat pertumbuhan atau multiplikasi bakteri.
Antibiotik Berdasarkan Mekanisme Kerja
Bakteriostatika :
·         Menahan pertumbuhan & replikasi bakteri pada kadar serum yang dapat dicapai tubuh pasien.
·         Membatasi penyebaran infeksi saat sistem imun tubuh bekerja memobilisasi & mengeliminasi bakteri patogen. Misalnya : Sulfonamid, Kloramfenikol, Tetrasiklin, Makrolid, Linkomisin.
Bakterisid :
·         Membunuh bakteri serta jumlah total organisme yang dapat hidup & diturunkan.
·         Pembagian : a) Bekerja pada fase tumbuh kuman, misalnya : Penisilin, Sefalosporin, Kuinolon, Rifampisin, Polipeptida. b) Bekerja pada fase istirahat, misalnya : Aminoglikosid, INH, Kotrimoksazol, Polipeptida.

Antibiotik berdasarkan spectrum
·         Spektrum Sempit : bekerja hanya pada mikroorganisme tunggal / grup tertentu. Misalnya, Isoniazid untuk mikobakteria.
·         Spektrum Sedang : efektif melawan organisme Gram (+) & beberapa bakteri Gram (-). Misalnya, Ampisilin. 
·         Spektrum Luas : mempengaruhi spesies mikroba secara luas. Misalnya, Kloramfenikol & Tetrasiklin.

Macam-macam antibiotika
Antibiotika dapat digolongkan berdasarkan sasaran kerja senyawa tersebut dan susunan kimiawinya. Ada enam kelompok antibiotika[1] dilihat dari target atau sasaran kerjanya(nama contoh diberikan menurut ejaan Inggris karena belum semua nama diindonesiakan atau diragukan pengindonesiaannya):
F.     Alat dan Bahan
Alat :
1.      Pipet tetes
2.      Spirtus
3.      Kaki tiga
4.      Tabung reaksi
5.      Rak tabung
6.      Gelas kimia
            Bahan :
1.      Sample 6B dan 55
2.      Aquadest, Asam Sulfat, Kloroform, Etanol, Fehling A dan B, dll.

G.    Prosedur Kerja
-          Pemeriksaan organoleptik :
Sample 6B  : Warna putih
                           Bentuk serbuk
                           Rasa pahit
                           Bau khas
      Sample 55 :  Warna merah coklat
                           Bentuk serbuk
                           Rasa pahit
                           Bau netral
                           Dugaan Rifampisin
-          Uji Golongan :
Antibiotik larut dalam air atau tidak = sample + air à Tidak larut kedua samplenya
-          Uji penegasan :
Sample 6B + Fehling A dan B à Larutan hijau coklat, endapan merah bata
Sample 6B + Asam Kuat à Larutan kuning
Sample 55 cukup dengan organoleptis
H.    Data dan Hasil Pengamatan
Uji organoleptis :
No
Sample
Warna
Bentuk
Rasa
Bau
Dugaan
Simpulan
1
6B
Putih
Serbuk
Pahit
Khas
Amoksisilin
-
2
55
Merah kecoklatan
Serbuk
Pahit
Netral
Rifampisin
-

Uji Golongan :
No
Cara Kerja
Hasil
Dugaan
Kesimpulan
1
Golongan yang larut dalam air atau tidak = sample keduanya + @air
Tidak larut



Uji penegasan :
No
Cara Kerja
Hasil
Dugaan
Kesimpulan
1
Sample 6B + Etanol
Tidak larut
-

2
Sample 6B + Fehling A + B
Endapan merah dengan larutan hijau coklat
Amoksisilin
-
3
Sample 6B + Asam Kuat
Larutan kuning
Amoksisilin
-
4
Sample 55
Organoleptis cukup
Rifampisin







I.       Pembahasan
          Praktikum antibiotic ini akan mengidentifikasi suatu sample yang didalamnya terdapat zat/obat antibiotic. Antibiotika adalah segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi. Antibiotik terbagi ke dalam beberapa golongan antibiotic, dan antibiotic juga mempunya cara kerja yang berbeda, diantaranya narrow spectrum (kerja sempit) dan broad spectrum (kerja luas).
           Pada identifikasi pertama dilakukan uji organoleptis dulu, yang memuat bentuk, warna, rasa dan bau. Pada sample pertama yaitu nomor 6B didapat sample dengan cirri-ciri bentuk serbuk, warna putih, rasa pahit dan bau khas bau obat. Awalnya sample ini diprediksikan adalah Amoksisilin dengan dilakukan uji kelarutan ternyata positif tidak larut untuk sample ini. Dilakukan uji penegasan, dengan mereaksikan dample dengan Fehling A dan B, dan hasilnya pun positif untuk amoksisilin, dilakukan kembali uji penegasan dengan mereaksikan sample dengan asam kuat, asam kuat yang diambil adalah asam sulfat pekat dan hasilnya positif berwarna kuning muda. Tetapi sample ini salah dugaan, sample yang benar adalah Ampisilin, tidak diketahui hal apa yang menyebabkan ini bisa terjadi, karena Ampisilin larut dalam air tetapi sample ini tidak larut. Dalam ilmu Farmakologi, Ampicillin memiliki mekanisme yang sama dalam penghancuran dinding peptidoglikan, hanya saja Ampicillin mampu berpenetrasi kepada bakteri gram positif dan gram negatif. Hal ini disebabkan keberadaan gugus amino pada Ampicillin, sehingga membuatnya mampu menembus membran terluar (outer membran) pada bakteri gram negatif.
           Pada pengujian sample kedua yaitu nomor 55 tidak dilakukan pengujian yang terlalu panjang, cukup dengan organoleptis saja dapat diketahui sample apakah nomor 55 ini. Sample dengan warna merah kecoklatan yang cukup tua menandakan sample ini adalah Rifampisin, dan ternyata hasilnya adalah benar. Rifampicin (Rifampin) merupakan antibiotik bakterisidal yang bekerja dengan cara berikatan dengan β-subunit dari RNA polymerase sehingga menghambat transkripsi RNA dan pada akhirnya sintesis protein. Rifampicin umumnya menyerang bakteri spesies Mycobacterum.

J.      Kesimpulan
-          Sample 6B seharusnya adalah Ampisilin bukan Amoksisilin.
-          Sample 55 adalah benar Rifampisin, karena dari warna nya sudah dapat diprediksi sample itu adalah Rifampisin, dengan warna merah kecoklatan yang mencolok diantara semua warna serbuk antibiotic dalam semua sample.

K.    Daftar Pustaka
Sumber : Diktat KFA 1 2011
Diakses pada tanggal 13 November 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan jika ada pendapat lain, masukan, atau kritik membangun untuk kebaikan penulis, khalayak, dan isi blog ini bisa tuliskan pesan di bawah ini dengan menyertakan identitas. Terima kasih.