Selamat datang di Zona Yoggazta Jaga sikap dan tanamkan kedamaian ya Dan jadiLah diri kamu sendiri ok Yoggazta Cinta Damai

Minggu, 18 November 2012

Laporan Praktikum Alkohol (KFA)



LAPORAN PRAKTIKUM I
KIMIA FARMASI ANALITIK I (KFA I)
ALKOHOL






                                                                                                                
Disusun :
Yoga Kevan Rahmat
31109071 (Far. 3B)




PROGRAM STUDI FARMASI
SEKOLAH TINGGI KESEHATAN (STIKes)
BAKTI TUNAS HUSADA
TASIKMALAYA
2011
A.    Nomor Praktikum   : 01
B.     Tanggal Praktikum : 25 Agustus 2011
C.     Judul Praktikum      : Alkohol
D.    Tujuan Praktikum   : Untuk mengidentifikasi senyawa alcohol
E.     Dasar Teori
1.      Pengertian
            Dalam kimia, alkohol (atau alkanol) adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain. Etanol dan Metanol adalah alcohol yang paling sederhana.
           Alkohol merupakan senyawa seperti air yang satu hidrogennya diganti oleh rantai atau cincin hidrokarbon. Sifat fisis alkohol, alkohol mempunyai titik didih yang tinggi dibandingkan alkana-alkana yang jumlah atom C nya sama. Hal ini disebabkan antara molekul alkohol membentuk ikatan hidrogen. Rumus umum alkohol R – OH, dengan R adalah suatu alkil baik alifatis maupun siklik. Dalam alkohol, semakin banyak cabang semakin rendah titik didihnya. Sedangkan dalam air, metanol, etanol, propanol mudah larut dan hanya butanol yang sedikit larut. Alkohol dapat berupa cairan encer dan mudah bercampur dengan air dalam segala perbandingan (Brady, 1999).

2.      Jenis alkohol
           Berdasarkan jenisnya, alkohol ditentukan oleh posisi atau letak gugus OH pada rantai karbon utama karbon. Ada tiga jenis alkohol antara lain alkohol primer, alkohol sekunder dan alkohol tersier. Alkohol primer yaitu alkohol yang gugus –OH nya terletak pada C primer yang terikat langsung pada satu atom karbon yang lain contohnya : CH3CH2CH2OH (C3H7O). Alkohol sekunder yaitu alkohol yang gugus -OH nya terletak pada atom C sekunder yang terikat pada dua atom C yang lain. Alkohol tersier adalah alkohol yang gugus –OH nya terletak pada atom C tersier yang terikat langsung pada tiga atom C yang lain (Fessenden, 1997).
Struktur dari alcohol primer adalah :
Struktur dari alcohol sekunder adalah :
Struktur dari alcohol tersier adalah :
3.      Klasifikasi Alkohol
          Selain dari kedudukan gugus OH pada rantai karbon yang meliputi alcohol primer, tersier dan sekunder, ada juga kedudukan berdasarkan jumlah gugus OH, yaitu :
-          Alkohol monovalen
-          Alkohol bivalen
-          Alkohol trivalent
-          Alkohol polivalen

4.      Sifat-sifat alkohol
       Secara umum, sifat alcohol itu adalah :
-          Mudah terbakar
-          Mudah bereaksi dengan air
-          Bentuk fase pada suhu ruang
-          Mempunyai titik didih paling tinggi dibandingkan alkananya. Hal ini disebabkan karena adanya ikatan hydrogen atas molekulnya.

5.      Reaksi yang terjadi pada alcohol
a.       Reaksi dengan logam aktif
Atom H dari gugus –OH dapat disubstitusi oleh logam aktif seperti natrium dan kalium, membentuk alkoksida dan gas hidrogen. Reaksi ini mirip dengan reaksi natrium dengan air, tetapi reaksi dengan air berlangsung lebih cepat. Reaksi ini menunjukkan bahwa alkohol bersifat sebagai asam lemah (lebih lemah daripada air).
b.      Substitusi Gugus –OH oleh Halogen
c.       Oksidasi Alkohol
Alkohol sederhana mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air. Oleh karena itu, etanol digunakan sebagai bahan bakar spirtus (spiritus).
d.      Pembentukan Ester (Esterifikasi)
Alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air.
e.       Dehidrasi Alkohol
Jika alkohol dipanaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi (melepas molekul air) membentuk eter atau alkena. Pemanasan pada suhu sekitar 1300C menghasilkan eter, sedangkan pemanasan pada suhu sekitar 1800C menghasilkan alkena. Reaksi dehidrasi etanol berlangsung sebagai berikut:

F.     Alat dan Bahan
Alat :
1.      Pipet tetes
2.      Spirtus
3.      Kaki tiga
4.      Tabung reaksi
5.      Rak tabung
6.      Gelas kimia
            Bahan :
1.      Sample 13 dan 56
2.      Pereaksi untuk identifikasi

G.    Prosedur Kerja
-          Pemeriksaan organoleptik :
Sample 13 : Warna bening
                          Bentuk cair
                          Rasa -
                          Bau khas
      Sample 56 : Warna bening
                          Bentuk cair
                          Rasa -
                          Bau menyengat

-          Reaksi penentuan sample





H.    Data dan Hasil Pengamatan
No
Sample
Warna
Bentuk
Rasa
Bau
Dugaan
Simpulan
1
13
Bening
Cair
-
Khas
-
-
2
56
Bening
Cair
-
Menyengat
-
-

No
Cara Kerja
Hasil
Dugaan
Kesimpulan
1
Sample  56+AgNO3
2 lapisan bening
+TEA

2
Sample 56+Co(NO3)2+NH4OH
Biru
-TEA

3
Sample 56+As. Ox+Resorch+H2SO4
Ungu
+Sorbitol

4
Sample 56+NH4CH+CuSO4
Biru
+Sorbitol

5
Sample 13+As. Sal
Bau gandapura
+Etanol
Etanol
6
Sample 56+Formaldehid+Resorch+H2SO4
Cincin Ungu
+Metanol
Metanol

Seharusnya sample 13
Metanol
Seharusnya sample 56
Iso amil alkohol








I.       Pembahasan
         Pada percobaan praktikum pertama ini mengidentifikasi senyawa alcohol dengan melakukan beberapa kali percobaan dengan cara mereaksikan dengan pereaksi yang sudah tersedia. Sample yang didapatkan adalah sample nomor 13 dan 56.
         Alkohol adalah senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain.
         Pada percobaan pertama, direaksikan sample dengan mencampurkan antara sample 56 dengan AgNO3, hal ini direaksikan untuk membuktikan apakah sample tersebut adalah TEA, ternyata pada hasil yang didapat adalah positif. Dilakukan pembuktian kedua untuk membuktikan apakah itu TEA atau bukan dengan mereaksikan sample 56+Co(NO3)2+NH4OH dan ternyata hasilnya negative, berarti bukan TEA yang seharusnya warna ungu tetapi berwarna biru.
          Pada percobaan selanjutnya, dilakukan untuk pembuktian apakah sample 56 adalah Sorbitol atau bukan, dengan cara mereaksikan sample 56+As. Ox+Resorch+H2SO4 dan ternyata hasilnya positif berwarna ungu. Dilakukan pembuktian kedua dengan mereaksikan sample 56+NH4CH+CuSO4 dan ternyata hasilnya positif berwarna biru. Setelah diidentifikasi dari bentuk cairannya, ternyata masih ragu apakah itu Sorbitol atau bukan, karena sample 56 tidak kental seperti Gliserin, melainkan cair seperti Alcohol yang seharusnya Sorbitol itu kental, maka dilakukan uji berikutnya. Berhubung sisa sample dapat digunakan dalam satu kali percobaan lagi, maka dilakukan percoban terakhir dengan mereaksikan sample 56+Formaldehid+Resorch+H2SO4 ternyata hasilnya positif Methanol dengan menandakan adanya sedikit cairan berwarna ungu. Sample 56 tidak berhasil diidentifikasi, karena seharusnya sample 56 adalah Iso amil Alcohol.
        Pada percobaan sample 13 diidentifikasi dengan sekali percobaan, karena hasilnya yakin seperti Etanol, dengan dibuktikan adanya bau gandapura setelah dilakukan reaksi esterifikasi antara sample 13+As. Salisilat. Reaksi ini melibatkan antara Asam Karboksilat dengan Alcohol dan Asam Sulfat. Sample 13 tidak berhasil diidentifikasi karena seharusnya Metanol. Seharusnya proses esterifikasinya ditambahkan dengan Asam Sulfat, Asam Sulfat yang berguna sebagai katalis, yaitu mempercepat laju reaksi.

J.      Kesimpulan
-          Alkohol adalah senyawa seperti air yang mempunyai gugus hidroksil dan terikat pada atom karbon.
-          Sample 13 adalah Methanol.
-          Sample 56 adalah Iso Amil Alkohol.

K.    Daftar Pustaka
Semua di akses pada tanggal 04 September 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan jika ada pendapat lain, masukan, atau kritik membangun untuk kebaikan penulis, khalayak, dan isi blog ini bisa tuliskan pesan di bawah ini dengan menyertakan identitas. Terima kasih.