Selamat datang di Zona Yoggazta Jaga sikap dan tanamkan kedamaian ya Dan jadiLah diri kamu sendiri ok Yoggazta Cinta Damai

Senin, 12 November 2012

Ibu, Aku Merindukanmu

Suatu ketika di sebuah Desa yang damai, segar dan jauh dari kebisingan, tinggallah seorang gadis desa yang sangat cantik bernama Lestari. Ia hidup sederhana bersama ibu dan satu orang adik perempuannya, Tiara. Saat usia 5 tahun, Lestari sudah ditinggal pergi ayahnya, suatu kecelakaan memisahkan kehidupan antara Tari dan ayahnya tersebut. Tari (begitulah panggilan untuk Lestari), ia pernah bermimpi ingin sekali menjadi tulang punggung untuk keluarga kecilnya itu.

Rumah sederhana yang hanya mempunyai satu buah kamar tidur ini adalah satu-satunya tempat yang keluarga Tari miliki, 20 tahun sudah Tari tinggal di tempat ini. Suatu ketika, Tari terbangun dan ia pergi ke dapur mencari minum, lalu ia membawa minumannya ke kamar tidur (saat itu Ibu dan adiknya tertidur di satu ranjang yang sama dengan Tari). Tari adalah sosok perempuan yang penurut terhadap Ibunya, ia selalu membantu Ibunya mencari kayu bakar untuk dijadikan sumber bahan bakar dalam memasak air maupun untuk makanan sehari-hari. Sesampainya di pintu kamar (hanya tertutup gordeng), Tari bersandar di dinding pintu kamar dan menatap wajah Ibu dan adiknya yang tertidur pulas. Ia sempat berfikir, ia harus bisa mengubah kehidupan keluarganya.
Tari : "Yaa Allah, aku melihat wajah Ibu dan adikku begitu damai tertidur pulas, mereka begitu menikmati apa yang telah Engkau berikan. Izinkan aku untuk merubah semua keadaan ini Yaa Allah" Pernyataan dan permohonan yang ada dalam isi hati Tari.
Ia pun tidur kembali menamani Ibu dan adiknya. 

Status Tari yang hanya lulusan SMP, membuatnya bingung mencari kerja yang cocok dan menghasilkan uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tari tidak mungkin meminjam setiap hari kepada tetangganya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, padahal hutang Tari terhadap tetangganya cukup banyak. Suatu ketika ada seorang tetangga Tari yang baik hati menawarkan kepadanya untuk bekerja di Jakarta, karena saat itu temannya tetangga Tari sedang membutuhkan pegawai perempuan di salah satu perusahaan swasta, walaupun hanya untuk posisi office girl.
Tetangga : "Tari, kamu mau gak kerja?" Ucap tetangganya.
Tari : "Kerja sih mau bu, tapi ya gimana lagi, jaman sekarang susah bu, apalagi saya hanya lulusan SMP" ucap Tari.
Tetangga : "Kamu gak perlu khawatir Tari, Ibu ada teman di Jakarta, ia membutuhkan pegawai di kantornya, tapi gak apa-apa kan sebagai office girl? Yang suka membantu bersih-bersih gitu, tapi tempatnya di kantor bukan di rumah". Ujar tetangganya.
Tari : "Beneran bu?" Kira-kira uang perbulannya cukup untuk hidup saya disana dan mengirimkan sebagian untuk Ibu saya disini gak bu"? Ucap Tari dengan wajah lesu.
Tetangganya : "Insyaallah cukup Tari, asalkan kamu bisa hidup hemat disana, terlebih keadaan Jakarta yang serba mahal kamu harus menahan apa yang ingin kamu beli, tapi menurut Ibu kamu cocok untuk kerja disana, kamu cantik, putih, suatu saat kamu bisa aja kan punya kerjaan yang lebih dari itu?".
Tari : "Ibu bisa saja, saya mah jelek bu, mana ada yang mau menerima tamatan SMP di Jakarta jaman sekarang, paling ya jadi tukang bersih-bersih bu". Ucap Tari dengan wajah malu.
Tetangga : " Ya sudah, sekarang kamu pulang dulu ke rumah, minta izin sama Ibu kamu, besok datang saja ke rumah saya untuk keputusannya ya Tari".
Tari : "Ia bu terima kasih sebelumnya, saya pulang dulu kalau begitu, assalamuallaikum",
Tetangga : " Waalaikum salam Tari".

Tetangganya tersebut meyakinkan Tari untuk bekerja di Jakarta karena Jakarta adalah kota yang pas untuk mencari rejeki, padahal disisi lain Jakarta adalah kota yang kehidupannya cukup kejam. Tari pun cukup percaya terhadap apa yang dibicarakan tetangganya itu, Tari meminta izin untuk pergi ke Jakarta terhadap Ibunya.
Tari : " Bu, Tari mau bicara sama Ibu".
Ibu : " Bicara apa Tari?"
Tari : " Gini bu, Tari ingin sekali membuat Ibu dan Tiara bahagia, Tari ingin kerja di Jakarta bu".
Ibu : " Tari, dengar Ibu ya nak, Tari disini juga sudah membuat ibu bahagia, Ibu bahagia berkumpul dengan dua puteri yang Ibu miliki, kamu dan Tiara. Biar kita hidup sederhana seperti ini, daripada Ibu harus berpisah jauh dengan kamu, itu hanya akan menjadi beban buat Ibu mengkhawatirkan kamu".
Tari : " Tapi bu, Tari yakin Tari bisa lebih membahagiakan Ibu dengan Tari bekerja di Jakarta" Dengan tegas Tari berbicara dan meyakinkan Ibunya.
Ibu : " Nak, Ibu sangat khawatir, kalaupun Ibu mengijinkan, Ibu tidak mempunyai uang untuk membekali kamu disana".
Tari : " Ibu gak usah khawatir, Tari akan meminjam ke tetangga bu, kali aja ada tetangga yang mau memberi pinjaman, Tari akan ganti satu atau dua bulan kemudian bu".
Ibu : " Kalau itu kemauan Tari, Ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Tari, Ibu izinin, asalkan Tari selalu memberi kabar untuk Ibu ya Nak.
Tari : "Ia bu, terima kasih bu, Tari akan ngebhagiain Ibu dan Tiara".

Keesokan harinya, Tari mencari pinjaman kesana kemari dan tidak membuahkan hasil. Tari pun pergi ke rumah tetangga yang menyarankan agar ia bekerja di Jakarta.
Tari : " Assalamuallikum".
Tetangga : " Waalaikum salam, eh Tari, sini masuk Tar, gimana jadi bekerja di Jakarta?".
Tari : " Saya kemarin sudah meminta izin kepada Ibu, akhirnya setelah saya meyakinkan Ibu, ia pun mengizinkan saya untuk bekerja di Jakarta".
Tetangga : " Wah, syukurlah Tari, berarti mulai lusa kamu bisa bekerja disana".
Tari : " Tapi bu... saya sampai saat ini belum punya ongkos untuk berangkat dan bekal sehari-hari saya, tetangga saya yang lain sudah tidak ada yang mempercayai saya bu".
Tetangga : " Tariiii, kamu gak usah khawatir masalah itu, kamu akan Ibu kasih ongkos untuk hidup beberapa hari disana, untuk kedepannya nanti saya akan hubungi teman saya di Jakarta biar bisa bantu kamu untuk mengenai penginapan".
Tari : " Tapi bu...
Tetangga : " Udah gak usah tapi-tapian, kamu terima tinggal berangkat saja besok, saya kasih sedikit uang dan ini alamat buat besok kamu berangkat".
Tari : " Ibu sangat baik, makasih ya bu, saya janji setelah saya punya uang nanti, saya akan mengganti semuanya bu".
Tetangga : " Gak usah Tari, saya ikhlas membantu kamu".
Tari : " Terima kasih bu, kalau begitu saya izin pamit dulu ya, besok saya langsung berangkat pagi-pagi dari terminal, assalamuallaikum bu".
Tetangga : " Waalaikum salam, sama-sama Tari, besok kamu hati-hati ya, ini uang dan alamatnya".

Bermodalkan uang 200rb dari tetangga yang menyarankan agar Tari bekerja di Jakarta, akhirnya Tari pun bersiap-siap pergi. Jaman sudah modern, tetapi Tari tidak mempunyai alat komunikasi elektronik (handphone). Tari hanya diberi alamat yang di Jakarta dari tetangganya yang menyarankan ia kerja di sana. Tari bergegas pergi dengan keraguan yang mendalam karena meninggalkan Ibu dan adiknya yang berusia 16 tahun itu. Air mata pun jatuh di pipi Tari, Ibu, dan adiknya itu.
Tari : " Bu, Tari izin pamit".
Ibu : " Nak, kamu hati-hati ya disana, jaga diri kamu baik-baik, Ibu tak akan pernah lupa di setiap 5 waktu Ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu".
Tari : " Ia bu, makasih. Ibu juga jaga diri baik-baik disini".
Tiara : " Kak, kakak jaga diri disana ya, ntar kalau kakak sudah punya uang, kakak balik lagi kesini ya kak".
Tari : " Ia Tiara, kakak janji mau pulang kalau kakak sudah punya uang cukup".
Tiara : " Ia kak"
Tari : " Bu, Tiara, Tari pamit dulu ya. Tiara, jaga Ibu baik-baik ya, nanti kakak akan kirim surat seminggu sekali".
Ibu : " Ia nak, hati-hati, semoga kamu selamat sampai Jakarta".

Sesampainya di Jakarta, Tari mencari alamat yang telah diberikan oleh tetangganya, beberapa jam kemudian ia menemukan alamat tersebut.Tari tidak menyangka, ia pergi dari Cianjur kota kelahirannya menuju kota besar yang menjanjikan rejeki yang banyak yaitu Jakarta. Tari masih awam dan tidak banyak tahu mengenal kehidupan Jakarta. Di tempat yang dituju Tari, ia merasa kebingungan, lantas ia bertanya kepada Satpam yang bertugas saat itu.

BERSAMBUNG...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan jika ada pendapat lain, masukan, atau kritik membangun untuk kebaikan penulis, khalayak, dan isi blog ini bisa tuliskan pesan di bawah ini dengan menyertakan identitas. Terima kasih.