Selamat datang di Zona Yoggazta Jaga sikap dan tanamkan kedamaian ya Dan jadiLah diri kamu sendiri ok Yoggazta Cinta Damai

Jumat, 30 November 2012

Cara Sederhana Memperpanjang Usia Bumi

Kehidupan di Negara Indonesia atau bahkan dunia saat ini memang 180 derajat sudah berbeda dengan puluhan tahun yang lalu. Tingkat kehidupan yang menjadi lebih modern dan tempat berlangsungnya kehidupan tersebut tentunya akan sangat berpengaruh pada Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Kedua sumber daya tersebut dapat dijadikan suatu parameter dalam menentukan usia bumi dari satu waktu menuju waktu berikutnya. 
Perbedaan Kehidupan Pedesaan dan Perkotaan

Sumber Daya Alam pada jaman dahulu sangat berbeda dengan saat ini. Orang-orang yang mengalami kehidupan seperti misalnya pada 30 tahun yang lalu atau saat masanya orang tua kita dahulu, dimungkinkan mereka masih dapat mengatur dan menjaga kelestarian alam meskipun apa yang dimiliki oleh alam digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, terlebih untuk mereka yang hidup di daerah pedesaan sangat mementingkan kondisi alamnya untuk menjaga kelestarian anugerah Tuhan tersebut, sehingga sampai saat ini bahkan sampai masa dunia berakhir akan banyak orang beranggapan bahwa "Kehidupan di pedesaan lebih nyaman dan damai daripada kehidupan di perkotaan", hal tersebut dapat kita buktikan sampai saat ini. 

Tingkat kebutuhan akan energi pun sangat terbatas untuk mereka yang hidup pada saat itu, seperti sumber penerangan yang hanya bermodalkan lampu petromak atau lampu dengan bermodalkan sumbu kompor dan sedikit minyak tanah adalah suatu hal yang tidak berlebihan dalam kehidupan mereka untuk kelangsungan hidupnya demi untuk melihat indahnya dunia pada malam hari. Sumber energi untuk memenuhi kebutuhan lainnya seperti memasak dengan bermodalkan kayu bakar dan sedikit bahan bakar minyak tanah merupakan suatu anugerah yang berharga pada saat itu untuk mempertahankan hidup mereka.

Tingkat kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) mempunyai peranan penting dalam menjaga dan merawat kelestarian alam ini. Keadaan ini sangat mempunyai sifat yang rumit, seperti ; orang yang hidup di pedesaan dan dengan pendidikan rendah dapat lebih memahami akan cara perawatan bumi, misalnya merawat keadaan tanah yang baik, mengelola pertanian yang baik, begitupun mempertahankan kondisi alam yang baik begitu juga dengan orang perkotaan yang berpendidikan tinggi. Kedua persamaan tersebut mempunyai perbedaan yang sama, tidak sedikit pula orang yang hidup di pedesaan dan dengan pendidikan rendah berani memanfaatkan apa yang alam miliki dengan sesuka hatinya tanpa mementingkan dampak buruk yang akan terjadi, sehingga timbullah kemurkaan alam seperti banjir dan longsor yang disebabkan perlakuan keji manusia. Begitu juga dengan orang yang tinggal di perkotaan dan dengan pendidikan yang tinggi berani menggunakan dan memanfaatkan keadaan alam demi kepentingan pribadinya tanpa memikirkan dampak yang akan timbul dalam jangka waktu yang pendek maupun panjang, seperti menyulap suatu lahan pertanian untuk kebutuhan bisnis nya yang dapat dibeli dengan kertas bernominal.

Contoh Sumber Daya Manusia di Pedesaan dan Perkotaan

Kehidupan jaman dahulu jelas berbeda dengan saat ini, tingkat kebutuhan manusia yang semakin meningkat dan konsumtif seiring memutarnya bola dunia dapat menjadikan kehidupan alam pun semakin terpuruk jika tidak diimbangi dengan perawatan dan pelestariannya. Kebanyakan mereka yang hidup pada saat ini hanya dapat mengambil apa yang alam miliki tetapi mereka jarang atau bahkan tidak ada yang mampu bertanggung jawab atas apa yang telah mereka ambil. Tidak heran jika apa yang terjadi saat ini adalah banyaknya kemarahan alam akan tingkah laku manusia yang rakus. "Jika kita menghargai alam, maka alam pun akan menghargai dan menjaga keadaan kita, baik itu untuk kelangsungan hidup ataupun kepanjangan usia bumi ini".

Hutan yang gundul akibat penebangan yang rakus, persawahan yang disulap menjadi gedung tinggi, dan lahan luas lainnya sebagai tempat bercocok tanam yang telah hampir punah, tidak menjamin 10 atau 20 tahun kemudian Negara ini akan mengalami krisis dalam berbagai hal, baik itu pangan ataupun kebutuhan lainnya. Panasnya keadaan bumi saat ini merupakan dampak nyata akibat perlakuan buruk manusia terhadap alam. Cara yang sangat sederhana untuk mengatasi atau meminimalisir keadaan buruk yang akan terjadi akibat dari dampak kerakusan manusia saat ini yaitu dapat dilakukan dengan cara penanaman satu pohon untuk setiap orangnya pada lahan tertentu yang disediakan oleh pemerintah ataupun lingkungan sekitar. Hal tersebut setidaknya dapat memperpanjang usia bumi dan menggantikan kerusakan yang timbul meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama, tetapi dengan kita mencoba sangat tidak salah untuk merubah atau memutar suatu keadaan.
Perubahan Alam Setelah Penanaman Satu Pohon

Kebutuhan energi yang tidak terkontrol pada saat ini memberikan dampak yang sangat buruk pada kehidupan bumi. Bumi yang semakin panas dapat dijadikan suatu pelajaran bagi kita agar kita lebih menghargai apa yang dimilikinya. Borosnya energi yang dikeluarkan manusia seperti energi listrik dapat merusak keadaan bumi melalui dampak yang diakibatkan dari pemakaian energi tersebut secara berlebihan. Kehidupan perkotaan yang gemerlap dan mewah menjadi satu alasan tersendiri akan pemborosan energi yang nyata. Satu lagi cara sederhana untuk memperpanjang usia bumi ini yaitu dengan menghemat energi. Contoh sangat sederhana dan paling mudah yang dapat kita lakukan adalah dengan mematikan cahaya lampu yang tidak terpakai di malam hari terlebih di siang hari. Cara tersebutlah awal dari kemampuan kita untuk menyelamatkan bumi ini meskipun kita tidak mampu menyelamatkan dengan cara yang lebih dari itu.

Tidak hanya energi listrik yang diberikan oleh bumi untuk kehidupan manusia, tetapi energi lainnya pun banyak diberikan oleh bumi yang tidak terawat ini. Bahan bakar minyak dan gas adalah contoh sumber energi yang paling banyak digunakan dan paling berpengaruh bagi kehidupan manusia untuk kelangsungan hidupnya. Pada umumnya kedua sumber energi tersebut digunakan untuk proses kehidupan seperti membuat suatu makanan, minuman, atau bahan pangan lainnya. Jika sumber energi tersebut digunakan secara berlebihan dan tidak terkontrol, kemungkinan sumber energi keduanya akan habis. Satu hal yang dapat dilakukan atau alternatif lain untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mencari sumber lain yang dapat dijadikan suatu bahan bakar, seperti proses daur ulang sampah sehingga menjadi bahan bakar, tentunya dengan proses yang cukup rumit, atau dengan metode kimia menggunakan etanol dan methanol, biodiesel (sumber berbahan tumbuhan atau lemak binatang), dll. Jika semua alternatif tersebut tidak dapat dilakukan, dan dengan tidak ada keterpaksaan maka mereka harus kembali pada saat keadaan jaman dahulu yaitu dengan menggunakan bahan bakar kayu yang dimungkinkan jika terjadi pada saat ini akan sangat banyak orang yang berkeluh kesah. Sifat tersebut sangat wajar untuk bangsa kita, mereka mampu berbuat tetapi tidak mampu untuk menanggung resiko yang akan terjadi. Seperti itulah permasalah yang timbul saat ini.
Jangan sampai bumi menertawakan, hanya karena kita mengalami hal seperti ini :
Perubahan Dari Bahan Bakar Gas Menjadi Bahan Bakar Kayu


-Yoga Kevan Rahmat-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan jika ada pendapat lain, masukan, atau kritik membangun untuk kebaikan penulis, khalayak, dan isi blog ini bisa tuliskan pesan di bawah ini dengan menyertakan identitas. Terima kasih.