Selamat datang di Zona Yoggazta Jaga sikap dan tanamkan kedamaian ya Dan jadiLah diri kamu sendiri ok Yoggazta Cinta Damai

Minggu, 18 November 2012

Apakah Copy Paste dan Mencontek Wajar Untuk Mahasiswa Saat Ini?

Berbicara soal copy paste dan mencontek sudah tidak asing lagi di kalangan pelajar atau mahasiswa, menurut saya. Cara instant memang paling diminati oleh mereka, jujur dan tidak munafik termasuk saya pernah melakukan hal "kriminal" seperti itu. Tidak hanya di lingkungan akademik, di lingkungan lain pun banyak sekali hal yang dapat di copy, seperti ; ucapan, perbuatan, bahkan seseorang yang memaksakan dirinya agar terlihat WOW dan dipuji oleh pacarnya atau orang lain karena keindahan kata-katanya yang padahal semua itu didapat dari kata-kata orang lain. Biasanya sih sering hadir di status-status facebook dan jejaring sosial lainnya. (Sedikit pengalaman).

Jika hal "kriminal" tersebut berada di lingkungan akademik, sudah pasti sangat sangat dan sangat tidak asing bahkan sudah tidak diragukan lagi keberadaannya. WAW!! Misalnya nih, mahasiswa yang tidak ingin ribet membuat suatu laporan atau karya tulis, tinggal bermodalkan flashdisk, mereka bisa saling menyebar "virus copasitme". Hehe.. Alhamdulillah, untuk saya pribadi selama kuliah di semester awal membuat laporan sampai saat ini belum pernah mencoba sekalipun terkena virus copasitme tersebut. Saya bersyukur bisa membantu puluhan orang bahkan beratus "kerjaan" yang saya dedikasikan untuk "mereka" yang tidak mempunyai banyak waktu dalam hal membuat laporan. Heheh... "Bahasanya berattttt".
Kalaupun ia saya meng-copy paste, itu hanya dasar awal sebagai landasan teori dan sedikit pembahasan yang dirubah pemaksudannya. (Sedikit meng-copy paste apakah bisa disebut terkena virus copasitme? Hehe..) Sudah lupakan!!

Nah, ini hal yang paling sering terjadi, biasanya penyakit ini timbul musiman saat-saat tertentu saja. (Musiman sama saat-saat tertentu kayaknya sama ya, pemborosan!), penyakit ini disebabkan "virus copasitme stadium 2" yaitu MENCONTEK! Saya juga jujur dan tidak munafik, dari semester awal sampai semester 6 kemarin, saya melakukan tindakan "kriminal" itu. (Maaf bu dosen, saya jujur!). Entah ada angin apa, semeseter 7 saat ini, penyakit saya tersebut hilang ditelan bumi, tidak ada sedikit niat pun untuk saya mencontek bahkan melakukan hal sekejam "mengope" dalam hal ujian. Alhasil dengan belajar yang rajin siang malam bahkan sampai larut dan dilanjutkan pagi hari membuat saya mengerti akan arti perjuangan dalam mencapai kesuksesan. Bahasanyaaa... Walaupun saya mendapat nilai yang di atas rata-rata sedikit, saya bangga dengan apa yang saya lakukan, tidak peduli apa tanggapan orang lain, penilaian mereka yang negatif yang men-judge saya sombong, so pintar atau apa lah kata-kata "romantis" lainnya, saya hanya diam dan berharap agar mereka meninggalkan dunia "kriminal" ini.

"Kita boleh saja meniru atau mencontoh hasil karya orang lain dengan cara yang pintar,
tetapi harus bertujuan untuk hal yang positif"

-Yoga Kevan Rahmat-