Selamat datang di Zona Yoggazta Jaga sikap dan tanamkan kedamaian ya Dan jadiLah diri kamu sendiri ok Yoggazta Cinta Damai

Rabu, 31 Oktober 2012

Rancangan Percobaan



TELAAH FITOKIMIA dan ISOLASI FLAVONOID
DARI KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia Swingle)
MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis

Diajukan untuk memenuhi tugas kuliah Rancangan Percobaan
Program S-1 Farmasi

Oleh
Yoga Kevan Rahmat
31109071





PROGRAM STUDI S-1 FARMASI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BAKTI TUNAS HUSADA
TASIKMALAYA, 2012






BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang Penelitian
Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan beraneka ragam tumbuhan atau tanaman. Sebagai negara yang beriklim tropis, Indonesia memiliki tanah yang sangat subur, sangat cocok sebagai tempat tumbuh kembangnya berbagai macam tanaman, dari berbagai macam jenis spesies.
Tanaman yang tumbuh tersebut tidak hanya tanaman yang berasal dari tanah Indonesia, banyak juga berbagai tanaman yang berasal dari luar negeri seperti : Asia, Afrika, ataupun Amerika latin. Mereka bisa masuk dan tumbuh subur setelah mereka di bawa dan di sebarkan oleh para penjajah (Belanda, Inggris, Jepang).
Tanaman berkhasiat tersebut sangat bermanfaat dikarenakan berbagai zat-zat yang bermanfaat yang dikandungnya. Tanaman obat bersifat alami, Efek sampingnya tidak sekeras obat-obatan kimia modern. Tubuh manusia secara lebih mudah dapat menerima obat dari bahan tanaman yang natural ini dibandingkan dengan obat kimiawi.
Nenek moyang bangsa Indonesia telah mewariskan kemampuan untuk menggunakan dan meramu tanaman-tanaman berkhasiat tersebut menjadi obat yang bermanfaat bagi kesehatan.
Salah satu tanaman yang cukup sering digunakan dalam proses pengobatan adalah jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) juga dikenal dengan sinonim Limonia aurantifolia. Di Eropa dan Amerika, jeruk nipis disebut lime, sour lime, common lime.
Jeruk nipis bukanlah tanaman asli Indonesia, menurut Swingle, jeruk nipis berasal dari kepulauan di Asia Tenggara. Pada abad ke 13, jeruk nipis dikuasai oleh bangsa Arab, yang di bawa dari India menuju Palestina, Mesir dan Eropa, yang saat itu perkembangan jeruk nipis sedang bekembang di Eropa. Pada abad ke 16, jeruk nipis berkembang di negara Amerika yang di bawa oleh bangsa Spanyol dan Portugis.
Jeruk nipis dibudidayakan di seluruh wilayah tropis dan subtropis.  Jeruk nipis ini berpohon kecil dengan bercabang lebat tetapi tidaklah beraturan, buahnya hijau kekuningan sampai kuning dengan bentuk bulat sampai lonjong. Biasanya buah ini dipasarkan dalam bentuk buah segar. Buah jeruk nipis rasanya pahit, asam, sedikit dingin dan berkhasiat.
Jeruk nipis sendiri termasuk jenis tumbuhan perdu yang berdahan dan beranting banyak. Dari segi holtikulturanya, jeruk nipis dapat dibedakan menjadi jeruk nipis asam dan manis, yang merupakan persilangan antara jeruk nipis biasa dengan jeruk sitrun manis atau jeruk sukade manis.
Jeruk nipis kaya akan nilai gizi, berdasarkan Daftar Komposisi Bahan Makanan, yang dikeluarkan Lembaga Makanan Rakyat Departemen Kesehatan, setiap 100 gram jeruk nipis mengandung 86,0 gram air, 0,8 gram protein, 0,3gram lemak, 12,3 gram karbohidrat, 40 mg kalsium, 22 gram fosfor, 0,6 mg zat besi, 0,04 mg vitamin B1, 27 mg vitamin C, dan 37 kalori energi, bagian yang dapat dimakan sekitar 76% dari bobot keseluruhan.
Jeruk nipis mempunyai kadar asam sitrat sekitar 7-7,6%. Kandungan flavonoidnya sangat tinggi dibanding jenis jeruk yang lain, sehingga dapat menurunkan atau menekan produksi kolesterol jahat LDL yang berlebihan, sehingga menurunkan resiko terkena penyakit jantung. Jeruk nipis juga berfungsi sebagai diuretika alami, karena dapat melarutkan lemak yang menumpuk dalam sel, menghancurkannya lalu membuangnya lewat air seni.
Khasiat lain yang sering dijumpai dari jeruk nipis ini adalah berkhasiat sebagai antioksidan atau penangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan sel-sel dalam tubuh terganggu karena pengaruh suatu zat berbahaya atau zat karsinogenik atau zat yang dapat menyebabkan penyakit kanker.
Cara memperoleh senyawa aktif yang terdapat dalam jeruk nipis dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode ekstraksi, yang salah satu contohnya dengan cara mengekstrak kulit jeruk nipis dengan maserasi, kemudian dilakukan dengan menggunakan KLT, KLTP dan Spektrofotometer UV-Vis. Jeruk nipis juga dapat langsung diminum tanpa memerlukan metode-metode ekstraksi yang cukup rumit, hanya rasanya yang cukup asam yang harus ditambahkan dengan sedikit gula atau madu untuk penyakit tertentu.

1.2              Perumusan dan Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah dan pengidentifikasian masalah sebagai berikut :
a)      Bagaimana kemajuan obat tradisional di Indonesia khususnya dalam bentuk minuman tradisional yang memberikan efek tertentu pada tubuh.
b)      Contoh tanaman yang biasa digunakan dalam pembuatan obat tradisional.
c)      Mengklasifikasikan senyawa apa saja yang terdapat dalam suatu tanaman jeruk nipis.
d)    Bagaimana cara mendapatkan suatu senyawa atau zat aktif yang terkandung dalam suatu tanaman jeruk nipis.

1.3              Maksud dan Tujuan Penelitian
      Adapun maksud dan tujuan penelitian ini adalah :
a)      Untuk mengetahui deskripsi dari tanaman jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) yang dapat  digunakan sebagai bahan dasar suatu obat.
b)   Untuk mengetahui zat aktif yang terkandung dalam suatu tanaman jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) yang dapat menyembuhkan sumber penyakit.
c)      Untuk mengetahui metode yang digunakan dalam membuat suatu penelitian agar menjadi hasil penelitian yang baik.

1.4              Kegunaan Hasil Penelitian
      Dari hasil penelitian diharapkan :
a)      Dapat memberikan manfaat dalam hal pengembangan ilmu kesehatan khususnya Farmasi dalam meneliti atau membuat suatu percobaan yang mempunyai khasiat obat dan berguna.
b)      Dapat membantu pihak-pihak tertentu yang masih dalam tahap pembelajaran dalam membuat suatu percobaan yang dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat yang bersumber dari bahan dasar alam yang begitu melimpah khususnya yang bersumber dari tanaman jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle).





DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2005, Tanaman Obat Indonesia, (online), (http://www.iptek.net.id,  diakses

4 April 2010)
Anonim. 2008. Gaya Hidup Menghambat Alzheimer. Jakarta : Gramedia.             
         [Halaman 77-79]
Anonim. 2010. Herbal Indonesia Berkhasiat Bukti Ilmiah & Racik. Depok :  
        Trubus Swadaya [Halaman 302-303]
Anonim. Kromatografi Lapis Tipis. http://www.chem-istry.org/?sect=belajar
Dalimartha, Setiawan. 2005. Tanaman Obat di Lingkungan Sekitar. Jakarta :   
          Puspa Swara [Halaman 14]
Dalimartha, Setiawan.  2006. Atlas Tumbuhan Indonesia Jilid 2. Jakarta : Trubus
        Agriwidya [Halaman 86]
Haryanto,  Sri. Sehat dan Bugar Secara Alami.
Hostettmann, M. Hostettmann, A. Marston. 1995. Cara Kromatografi Preparatif.  
          Penerbit ITB. Bandung.
Ibnu Gholib Gandjar. Abdul Rahman. 2008. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka
           Pelajar. Yogyakarta.
J. B. Harbone. 1987. Metode Fitokimia : Penuntun Cara Modern Menganalisis
         Tumbuhan. Bandung : ITB
Kurniawati, Nia. Sehat dan Cantik Alami Berkat Khasiat Bumbu Dapur.  
         Bandung : Qanita [Halaman 39-41]
Roy J. Gritter, James M. Bobbit, Arthur E. S., 1991. Pengantar Kromatografi.  
       Bandung : ITB
Rukmana, Rahmat. 1995. Jeruk Nipis, Prospek Agribisnis, Budidaya &  Pasca
        Panen. Yogyakarta : Kanisius. [Halaman 13-15]
Sarwono, B. Khasiat dan Manfaat Jeruk Nipis. [Halaman 1-4]
Sastrohamidjojo, H., 2002, Kromatografi, Edisi II. Yogyakarta : Liberty
 


 Untuk data lebih lanjut hubungi : Yoga Kevan Rahmat @Facebook
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan jika ada pendapat lain, masukan, atau kritik membangun untuk kebaikan penulis, khalayak, dan isi blog ini bisa tuliskan pesan di bawah ini dengan menyertakan identitas. Terima kasih.