Selamat datang di Zona Yoggazta Jaga sikap dan tanamkan kedamaian ya Dan jadiLah diri kamu sendiri ok Yoggazta Cinta Damai

Senin, 23 Mei 2011

Laporan Praktikum Kimia Organik Identifikasi Senyawa Hidrokarbon


LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK
PERCOBAAN IV
IDENTIFIKASI SENYAWA HIDROKARBON DAN
SENYAWA ORGANIK JENUH DAN TIDAK JENUH

















Disusun :
Nama  : Yoga Kevan Rahmat
NIM    : 31109071
Kelas : Farmasi 2B



SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BAKTI TUNAS HUSADA
TASIKMALAYA
2011
A. Judul                     
Identifikasi senyawa hidrokarbon senyawa organic jenuh dan tidak jenuh
B. Tujuan                   
            1. Mengetahui kelarutan dari hidrokarbon alifatis dan aromatis
            2. Mengamati dengan seksama perubahan reaksi yang terjadi
C. Dasar Teori                      
            Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling sederhana. Dari namanya, senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya tersusun dari atom hidrogen dan atom karbon. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temui senyawa hidrokarbon, misalnya minyak tanah, bensin, gas alam, plastik dan lain-lain.
            Sampai saat ini telah dikenal lebih dari 2 juta senyawa hidrokarbon. Untuk mempermudah mempelajari senyawa hidrokarbon yang begitu banyak, para ahli mengolongkan hidrokarbon berdasarkan susunan atom-atom karbon dalam molekulnya.
            Berdasarkan susunan atom karbon dalam molekulnya, senyawa karbon terbagi dalam 2 golongan besar, yaitu senyawa alifatik dan senyawa siklik. Senyawa hidrokarbon alifatik adalah senyawa karbon yang rantai C nya terbuka dan rantai C itu memungkinkan bercabang. Berdasarkan jumlah ikatannya, senyawa hidrokarbon alifatik terbagi menjadi senyawa alifatik jenuh dan tidak jenuh.
- Senyawa alifatik jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya hanya berisi ikatan-ikatan tunggal saja. Golongan ini dinamakan alkana.
Contoh senyawa hidrokarbon alifatik jenuh:
- Senyawa alifatik tak jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat ikatan rangkap dua atau rangkap tiga. Jika memiliki rangkap dua dinamakan alkena dan memiliki rangkap tiga dinamakan alkuna. Contoh senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh:
- Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa karbon yang rantai C nya melingkar dan lingkaran itu mungkin juga mengikat rantai samping. Golongan ini terbagi lagi menjadi senyawa alisiklik dan aromatik.
· senyawa alisiklik yaitu senyawa karbon alifatik yang membentuk rantai tertutup.
· Senyawa aromatik yaitu senyawa karbon yang terdiri dari 6 atom C yang membentuk rantai benzena.
            Dalam bidang kimia, hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur karbon (C) dan hidrogen (H). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut. Istilah tersebut digunakan juga sebagai pengertian dari hidrokarbon alifatik.
            Sebagai contoh, metana (gas rawa) adalah hidrokarbon dengan satu atom karbon dan empat atom hidrogen: CH4. Etana adalah hidrokarbon (lebih terperinci, sebuah alkana) yang terdiri dari dua atom karbon bersatu dengan sebuah ikatan tunggal, masing-masing mengikat tiga atom karbon: C2H6. Propana memiliki tiga atom C (C3H8) dan seterusnya (CnH2·n+2).
Klasifikasi / Penggolongan Hidrokarbon (terdiri dari atom C dan H)
a.    Berdasarkan jenis ikatan antar atom karbonnya :
Ø   Hidrokarbon jenuh                  = senyawa hidrokarbon yang ikatan antar atom  
                                                       karbonnya merupakan ikatan tunggal.
Ø   Hidrokarbon tak jenuh            = senyawa hidrokarbon yang memiliki 1 ikatan                   rangkap dua (alkena) atau lebih dari 1 ikatan    
                                                             rangkap dua (alkadiena), atau ikatan rangkap tiga   
                                                            (alkuna).

b.    Berdasarkan bentuk rantai karbonnya :
§      Hidrokarbon alifatik               = senyawa hidrokarbon dengan rantai terbuka jenuh  
                                                            (ikatan tunggal) maupun tidak jenuh (ikatan  
                                                            rangkap).
§      Hidrokarbon alisiklik               = senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar /  
                                                        tertutup (cincin).
§      Hidrokarbon aromatik            = senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar
                                                            (cincin) yang mempunyai ikatan antar atom C    
                                                            tunggal dan rangkap secara selang-seling /  
                                                            bergantian (konjugasi).








Skema Klasifikasi Hidrokarbon
Uraian hidrokarbon alifatik jenuh dan tak jenuh :
ALKANA
o     Adalah hidrokarbon alifatik jenuh yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dan semua ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan tunggal.
o     Rumus umum alkana yaitu : CnH2n+2 ; n = jumlah atom C

ALKENA
o     Adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yaitu hidrokarbon dengan satu ikatan rangkap dua (–C=C–). Senyawa yang mempunyai 2 ikatan rangkap 2 disebut alkadiena, yang mempunyai 3 ikatan rangkap 2 disebut alkatriena dst.
o     Rumus umum alkena yaitu : CnH2n ; n = jumlah atom C

ALKUNA
o     Adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yaitu hidrokarbon dengan satu ikatan rangkap tiga (–C≡C–). Senyawa yang mempunyai 2 ikatan rangkap 3 disebut alkadiuna, yang mempunyai 1 ikatan rangkap 2 dan 1 ikatan rangkap 3 disebut alkenuna.
o     Rumus umum alkuna yaitu : CnH2n-2 ; n = jumlah atom C
            Benzena merupakan sikloheksena yaitu senyawa siklik yang memiliki ikatan rangkap dua aromatik dengan rumus struktur C6H12. Benzena dilambangkan dalam dua bentuk, yang pertama adalah struktur Kekulé dan yang lainnya adalah heksagon dengan lingkaran di dalamnya untuk menggambarkan adanya resonansi ikatan ʋ atau distribusi elektron yang tersebar merata didalam cincin benzena. Kedua struktur ini disederhanakan pada Gambar 12.70.
gambar 12.70
Gambar 12.70. Struktur Kekulé dan heksagonal benzena
            Adanya ikatan rangkap dua pada senyawa sikloheksena ini menunjukkan bahwa benzena termasuk hidrokarbon tidak jenuh, namun pada umumnya benzena tidak berperilaku seperti senyawa tak jenuh.







D. Alat dan Bahan    
    a. Alat                     : 1. Tabung reaksi
                                      2. Erlen meyer
                                      3. Pipet tetes
                                      4. Kapas
                                      5. Gelas ukur
                                      6. Pipet gondok

    b. Bahan                 : 1. Asam nitrat pekat HNO3
                                      2. Benzena C6H6
                                      3. Etanol
                                      4. Aquadest
                                      5. Kristal iodium
                                      6. Asam sulfat H2SO4
                                      7. Parafin
                                      8. Minyak kelapa
                                     














E. Prosedur                
Reaksi
Hasil
 Hidrokarbon alifatis
 



 1 ml asam sulfat + 1 ml paraffin cair


         Larutan bening berpisah
Hidrokarbon alimatis


   

 1 ml aquadest + 1 ml etanol + 1 ml benzena
  

        Larutan kuning berawan diatas dan bening dibawah
            
Sifat benzene sebagai pelarut





       1 ml aquadest + 1 ml paraffin cair





       1 ml aquadest + 1 ml minyak kelapa

 


       1 ml aquadest + 1 ml kristal iodium





       1 ml benzena + 1 ml paraffin cair




         1 ml benzena + 1 ml minyak kelapa

      

  Tidak tercampur


 2 lapisan kuning + bening




 Larutan coklat




 Bening bercampur





 Kuning bercampur

       1 ml benzena + 1 ml kristal iodium



Larutan ungu
Nitrasi Benzen


       1 ml asam sulfat + 3 ml asam nitrat pekat
+ 1 ml benzoat, amati + kan air 25 ml



Larutan bening tidak tercampur seperti gumpalan minyak

F. Hasil Pengamatan 
Identifikasi
Prosedur
Hasil
Hidrokarbon alifatis
(alkana)
H2SO4 dan Parafin
2 lapisan, bening dan kuning
Hidrokarbon alimatis (benzene)
H20 + Etanol + C6H6
2 lapisan, kuning dan bening
Sifat benzene sebagai pelarut
- Aquadest + paraffin
- Aquadest + minyak kelapa
- Aquadest + kristal iodium
- Benzena + paraffin
- Benzena + minyak kelapa
- Benzena + kristal iodium
- 2 lapisan bening dan kuning
- 2 lapisan kuning dan bening
- Larutan kuning tak larut
- Bening tercampur
- Larutan kuning keruh
- Larutan ungu
Nitrasi benzena
H2SO4 + HNO3 + C6H6+ H2O
Larutan tidak tercampur




G. Pembahasan         
            Pada percobaan praktikum ini mengidentifikasi senyawa hidrokarbon dan senyawa oragnik jenuh dan tak jenuh yang meliputi beberapa percobaan, diantaranya adalah :
1.      Identifikasi hidrokarbon alifatis (alkana)
            Percobaan ini mereaksikan antara 1 ml asam sulfat pekat dengan 1 ml paraffin cair, kemudian didapat larutan bening tidak tercampur dengan memisah 2 lapisan, dikarenakan kekentalan paraffin yang cukup tinggi dan bereaksi dengan asam.
2.      Identifikasi hidrokarbon alimatis (benzene)
Percobaan ini mereaksikan 1 ml aquadest dengan 1 ml etanol kemudian direakiskan dengan 1 ml benzene, kemudian akan didapat hasil campuran reaksi yang terpisah dengan larutan kekuningan diatas dan terlapisi seperti bentuk awan dibawahnya dengan warna larutan bening.
3.      Identifikasi senyawa benzene sebagai pelarut
a.       1 ml aquadest direaksikan dengan 1 ml paraffin cair dan menghasilkan warna larutan yang bening terpisah.
b.      1 ml aquadest direaksikan dengan 1 ml minyak kelapa dan menghasilkan larutan yang terpisah antara minyak dan air. Posisi minyak berada diatas dikarenakan kekentalan minyak yang sangat tinggi.
c.       1 ml aquadest direakiskan dengan kristal iodium dan akan menghasilkan warna lrutan coklat, itu dikarenakan warna iodium yang berwarna coklat.
d.      1 ml benzene direaksikan dengan 1 ml paraffin dan menghasilkan warna lrutan bening yang tercampur.
e.       1 ml benzene direaksikan dengan 1 ml minyak wijen dan akan menghasilkan larutan kuning keruh.
f.        1 ml benzene direakiskan dengan 1 ml kristal iodium dan akan menghasilkan warna larutan yang ungu.
4.      Nitrasi benzene
            Pada percobaan nitrasi ini, mereaksikan 1 ml asam sulfat dengan 3 ml asam nitrat pekat, kemudian diteteskan 1 ml benzene melalui dinding tabung reaksi, dan diamati perubahan warnanya, tetapi tidak terjadi perubahan warna, hanya ada sedikit gumpalan seperti minyak. Kemudian ditambahkan 25 ml aquadest dan menghasilkan larutan yang tetap berwarna bening dengan sedikit ada butiran minyak. Reaksi yang terjadi pada percobaan ini adalah sebagai berikut :
http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Siti%20Latifah%20A_054413/BenZena.Com/Struktur%20n%20Reaksi/nitrasi.gif
Percobaan diatas sama halnya seperti pada proses esterifikasi dengan menggunakan katalis asam, yaitu asam sulfat.

H. Simpulan               
            a. Hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur karbon (C) dan   
                hidrogen (H).
        b. Hidrokarbon berdasarkan jenis ikatan antar atom karbonnya :
            Hidrokarbon jenuh          
                 Hidrokarbon tak jenuh   
            c.  Hidrokarbon berdasarkan bentuk rantai karbonnya :
                 Hidrokarbon alifatik               
            Hidrokarbon alisiklik      
                 Hidrokarbon aromatik            
            d.  Alkana termasuk hidrokarbon jenuh
                 Alkena termasuk hidrokarbon tak jenuh
                 Alkuna termasuk hidrokarbon tak jenuh
             e.  Benzena merupakan sikloheksena yaitu senyawa siklik yang memiliki ikatan  
                  rangkap dua aromatik dengan rumus struktur C6H6.






I. Daftar Pustaka      
Akses 12/04/11 21:15 WIB
Akses 12/04/11 21:22 WIB
Akses 12/04/11 21:24 WIB

1 komentar:

Silahkan jika ada pendapat lain, masukan, atau kritik membangun untuk kebaikan penulis, khalayak, dan isi blog ini bisa tuliskan pesan di bawah ini dengan menyertakan identitas. Terima kasih.