Selamat datang di Zona Yoggazta Jaga sikap dan tanamkan kedamaian ya Dan jadiLah diri kamu sendiri ok Yoggazta Cinta Damai

Senin, 23 Mei 2011

Laporan Praktikum Kimia Organik Asam Karboksliat


LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK
PERCOBAAN III
IDENTIFIKASI SENYAWA ASAM KARBOKSILAT DAN ESTER


















Disusun :
Nama  : Yoga Kevan Rahmat
NIM    : 31109071
Kelas : Farmasi 2B




SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BAKTI TUNAS HUSADA
TASIKMALAYA
2011
A. Judul                     
Identifikasi senyawa asam karboksilat dan ester.
B. Tujuan                   
            1. Mengetahui senyawa yang termasuk asam karboksilat dan ester.
2. Mengetahui reaksi pada identifikasi asam karboksilat dan ester.
C. Dasar Teori                      

1. Pengertian
Suatu asam karboksilat adalah suatu senyawa organik yang mengandung gugus karboksil, –COOH. Gugus karboksil mengandung gugus karbonil dan sebuah gugus hidroksil; antar aksi dari kedua gugus ini mengakibatkan suatu kereaktifan kimia yang unik dan untuk asam karboksilat (Fessenden, 1997).
Asam asetat (CH3COOH) sejauh ini merupakan asam karboksilat yang paling penting diperdagangan, industri dan laboratorium. Bentuk murninya disebut asam asetat glasial karena senyawa ini menjadi padat seperti es bila didinginkan. Asam asetat glasial tidak berwarna, cairan mudah terbakar (titik leleh 7ºC, titik didih 80ºC), dengan bau pedas menggigit. Dapat bercampur dengan air dan banyak pelarut organik (Fessenden, 1997).
2. Penamaan senyawa
Penamaan senyawa-senyawa asam karboksilat juga ada dua cara yaitu :
1) Menurut IUPAC : mengikuti nama alkananya dengan menambahkan nama asam di
     depannya dan mengganti akhiran “ ana “ pada alkana dengan akiran “ anoat “ pada
     asam Alkanoat.
     2) Menurut Trivial, penamaan yang didasarkan dari sumber penghasilnya.
            Contoh:
Tabel PENAMAAN SENYAWA ASAM KARBOKSILAT
Rumus Struktur
Nama IUPAC
Nama Trivial
Sumber
HCOOH
CH3COOH
C2H5COOH
CH3(CH2)COOH
CH3(CH2)3COOH
CH3(CH2)4COOH
Asam Metanoat
Asam Etanoat
Asam Propanoat
Asam Butanoat
Asam Rentanoat
Asam Heksanoat
Asam Format
Asam Asetat
Asam Propionat
Asam Butirat
Asam Valerat
Asam Kaproat
Semut (Formica)
Cuka (Asetum)
Susu (Protospion)
Mentega (Butyrum)
Akar Valerian (Valere)
Domba (Caper)

            Untuk senyawa-senyawa asam alkanoat yang mempunyai rumus struktur bercabang aturan penamaan IUPAC adalah sebagai berikut :
1) Tentukan rantai utama dengan memilih deretan C paling panjang dan mengandung
      gugus fungsi –COOH, kemudian diberi nama seperti pada tabel di atas.
2)  Penomoran atom C dimulai dari atom C gugus fungsi, sedang aturan selanjutnya sama
     dengan yang berlaku pada senyawa-senyawa hidrokarbon.
     Contoh :
CH3–CH2–CH (CH3)–COOH Asam 2, metil Butanoa.

3. Sifat – Sifat Asam Karboksilat
          Secara umum senyawa-senyawa asam alkanoat atau asam karboksilat mempunyai
sifat-sifat sebagai berikut :
1)      a)  Asam alkanoat yang mengandung C1 sampai C4 berbentuk cairan encer dan        
           larut sempurna dalam air
      b)  Asam alkanoat dengan atom C5 sampai C9 berbentuk cairan kental dan sedikit   
           larut dalam air
      c)  Asam alkanoat suku tinggi dengan C10 atau lebih berbentuk padatan yang  
           sukat larut dalam air.
2)   Titik didih asam alkanoat lebih tinggi dibandingkan titik didih alkohol yang  
       memiliki jumlah atom C yang sama.
3)  Asam alkanoat pada umumnya merupakan asam lemah. Semakin panjang rantai
      karbonnya semakin lemah sifat asamnya.
      Contoh :
      HCOOH Ka = 1,0 . 10–4
      CH3COOH Ka = 1,8 . 10–5
      CH3CH2COOH Ka = 1,3 . 10–5
4)      Asam alkanoat dapat bereaksi dengan basa menghasilkan garam. Reaksi ini   
      disebut reaksi penetralan.
  CH3COOH + NaOH -------------> CH3COONa + H2O Asam Etanoat Natrium  
            Etanoat
      5)   Asam alkanoat dapat bereaksi dengan alkohol menghasilkan senyawa ester.    
             Reaksi ini dikenal dengan reaksi esterifikasi.
a)         CH3COOH + CH3–OH ------------------> CH3COOHCH3 + H2O Asam Etanoat Metanol Metil Etanoat
b)         CH3CH2COOH + CH3CH2–OH -------------> CH3CH2COOCH3 + H2O
Asam Propanoat Etanol Etil Propanoat

5. Reaksi Asam Karboksilat
Asam karboksilat adalah golongan senyawa organik yang memiliki rumus umum R-COOH. Beberapa reaksi yang dapat terjadi pada asam karoksilat antara lain:
  1. Reaksi penetralan
Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air.
Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat suku tinggi dikenal sebagai sabun. Sabun natrium disebut sabun keras, sedangkan sabun kalium disebut sabun lunak. Sebagai contoh, yaitu natrium stearat (NaC17H35COO) dan kalium stearat (KC17H35COO).
            Asam alkanoat tergolong asam lemah, semakin panjang rantai alkilnya, semakin lemah asamnya. Jadi, asam alkanoat yang paling kuat adalah asam format, HCOOH. Asam format mempunyai Ka=1,8x10-4. Oleh karena itu, larutan garam natrium dan kaliumnya mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa.
  1. Reaksi Pengesteran
            Asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester. Reaksi ini disebut esterifikasi (pengesteran). Ester adalah esens yang berbau buah yang didapat dari proses kimia(reaksi alkohol dengan asam karboksilat, dengan katalis asam sulfat). seperti etil asetat ( rasa pisang), amil asetat ( jeruk ), etil butirat ( strawberry ).
http://kimiadahsyat.blogspot.com/2009/06/senyawa-asam-karboksilat.html
Dalam kimia, ester adalah suatu senyawa organik yang terbentuk melalui penggantian satu (atau lebih) atom hidrogen pada gugus hidroksil dengan suatu gugus organik (biasa dilambangkan dengan R'). Asam oksigen adalah suatu asam yang molekulnya memiliki gugus -OH yang hidrogennya (H) dapat terdisosiasi menjadi ion H+.

D. Alat dan Bahan    
     1. Alat                    : 1. Tabung reaksi
                                      2. Pipet tetes
                                      3. Cawan penguap
                                      4. Beaker glass
                                      5. Erlen meyer
                                      6. Gelas arloji

     2. Bahan                : 1. Na Bicarbonat
                                      2. Asam asetat glacial
                                      3. Etanol
                                      4. Asam sulfat pekat
                                      5. Asam monokarboksilat
                                      6. Asam dikarboksilat
                                      7. FeSO4
                                      8. KOH atau NaOH
                                      9. Ester
                                      10. Hidroksilamin hidroklorida
                                      11. FeCl3
                         
                                     

E. Prosedur    
     
F. Hasil Pengamatan 
No
Senyawa
                            Zat yang direaksikan
Hasil
1
Asam Karbonat
Asam asetat dan na bicarbonat
CH3COOH+Na+CHO3àCH3.COONa+H2O+CO2
Timbul gelembung gas
2
Pembentukan Ester

Asam asetat dan etil alkohol
CH3COOH + C2H5OH+H2SO4
Ditambah asam sulfat
Direaksikan dengan NaHCO3

Bau balon
3
Mono Karboksilat

Dikarboksilat
FeSO4 dan NaOH
Endapan hijau kekuningan
End. Hijau
4
Asam Hidroksianat
Ester 1 tetes + 1 ml hidroksilamin HCl dalam etanol 95% + 0,25 ml NaOH, panaskan + 2ml etanol 95% + FeCl3 5%
Larutan merah bata


G. Pembahasan         
a. Uji asam karboksilat
    1. Na Bicarbonat ditambahkan dengan asam asetat pada gelas arloji akan menghasilkan gelembung gas, ini berarti menandakan adanya senyawa asam dalam zat reaksi ini, persamaan reaksi nya sebagai berikut :
NaHCO3 + CH3COOH                   CH3COONa + H2O + CO2

                     2. Pembentukan ester, Ester diturunkan dari asam karboksilat. Sebuah asam karboksilat mengandung gugus -COOH, dan pada sebuah ester hidrogen di gugus ini digantikan oleh sebuah gugus hidrokarbon dari beberapa jenis. Suatu asam akan membentuk ester jika direaksikan dengan etanol/alkohol.
Pada praktikum didapatkan bau ester yang khas, yaitu bau balon. Yang berarti menandakan terjadinya rekasi antara etil alcohol dengan asam sulfat pekat dan as.asetat yang membentuk suatu uap akibat dari pemanasan dari asam dan alcohol dan direaksikan dengan natrium bikarbonat, sehingga menimbulkan bau ester yang khas. reaksi tersebut dinamakan dengan reaksi esterifikasi, persamaannya adalah :
                                          H2SO4
C2H5OH+CH3COOH          Katalis            CH3COOCH3CH2+H2O
3. Asam monokarboksilat dan dikarboksilat, Pada reaksi ini, suatu asam monokarboksilat dan dikarboksilat direaksikan dengan FeSO4 dan NaOH menghasilkan warna yang berbeda, warna larutan dari asam monokarboksilat adalah hijau kekuningan, sedangkan dari dikarboksilat adalah warna larutan dengan endapan hijau. Asam karboksilat dapat memiliki lebih dari satu gugus fungsional. Asam monokarboksilat adalah yang memiliki satu gugus karboksil, Asam karboksolat yang memiliki dua gugus karboksil disebut asam dikarboksilat(alkandioat), jika tiga gugus karboksilat disebut asam trikarboksilat (alkantrioat), dan seterusnya.Asam karboksilat dengan banyak atom karbon (berantai banyak) lebih umum disebut sebagai asam lemak karena sifat-sifat fisiknya.
Persamaan reaksi monokarboksilat : HCOOH+FeSO4 à Fe(COOH)2+H2SO4
Persamaa reaksi dikarboksilat : 2H (COOH)2 + FeSO4 à Fe(COOH COOH)2+H2SO4
        b. Ester
Pada percobaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi / membuktikan adanya gugus ester, reaksi antara ester dengan hidroksilamin HCl dalam etanol 95% dan penambahan NaOH yang kemudian di panaskan terbentuk warna larutan yang agak kuning, yang kemudian setelah didinginkan dan ditambahkan kembali etanol + FeCl3 terbentuk endapan merah darah. Endapan tersebut terjadi setelah adanya pemanasan dan penambahan FeCl3 5% .





H. Simpulan               
-  Ester adalah esens yang berbau buah yang didapat dari proses kimia (reaksi alkohol dengan asam karboksilat, dengan katalis asam sulfat).
- Jika senyawa asam bereaksi dengan senyawa bikarbonat, maka akan menghasilkan gelembung gas / CO2.
-  Perbedaan antara asam monokarboksilat dengan asam dikarboksilat dengan terbentuknya warna larutan yang berbeda setelah direaksikan denga reagen yang sama. Dimana asam mono terbentuk warna larutan kuning. Sedangkan asam dikarboksilat terbentuk warna larutan hijau.

I. Daftar Pustaka      
            Akses : 04/04/2011 23:48 WIB
Akses : 04/04/2011 23:57 WIB
            Akses : 04/04/2011 00:15 WIB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan jika ada pendapat lain, masukan, atau kritik membangun untuk kebaikan penulis, khalayak, dan isi blog ini bisa tuliskan pesan di bawah ini dengan menyertakan identitas. Terima kasih.