Selamat datang di Zona Yoggazta Jaga sikap dan tanamkan kedamaian ya Dan jadiLah diri kamu sendiri ok Yoggazta Cinta Damai

Kamis, 24 Maret 2011

Laporan Praktikum Farmasi Fisik Penetapan Kerapatan Bobot Jenis

LAPORAN PRAKTIKUM FARMASI FISIK

PERCOBAAN 1

PENETAPAN KERAPATAN BOBOT JENIS

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Farmasi Fisik

G:\stikes warna.jpg

Tanggal Praktikum : 18 Maret 2011
DISUSUN :
Kelompok V :
                       Dea Garcita                   (31109043)
                       Ima Nur Rosmayanti    (31109050)
                       Meti Dusiyani                (31109052)
                       Rika Herlisna                (31109057)
                                   Teni Istianah                 (31109066)
                                   Yoga Kevan Rahmat    (31109071)


PRODI S1 FARMASI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BAKTI TUNAS HUSADA
TASIKMALAYA
2011
LAPORAN PRAKTIKUM FARMASI FISIK KESATU
PENETAPAN KERAPATAN BOBOT JENIS

I.                   JUDUL
      PENETAPAN KERAPATAN BOBOT JENIS

II.                TUJUAN PERCOBAAN
Setelah mengikuti percobaan ini mahasiswa diharapkan mampu untuk :
1.         Mengenal alat penentuan Kerapatan Bobot Jenis
2.         Menentukan Kerapatan Bobot Jenis

III.             DASAR TEORI
            Pengukuran kerapatan dan bobot jenis digunakan apabila mengadakan perubahan massa dan volume. Kerapatan adalah turunan besaran yang menyangkut satuan massa dan volume. Batasanya adalah massa per satuan volume pada temperatur dan tekanan tertentu yang dinyatakan dalam system cgs dalam gram per sentimeter kubik (g/cm3).
            Kerapatan adalah turunan besaran yang menyangkut satuan massa dan volume. Batasannya adalah massa per satuan Volume pada temperature dan tekanan tertentu dinyatakan dalam system cgs (g/cm3) dan dilambangkan dengan ρ.
              Bila kerapatan benda lebih besar dari kerapatan air, maka benda tersebut akan tenggelam dalam air. Bila kerapatannya lebih kecil, maka benda akan mengapung. Benda yang mengapung, bagian volume sebuah benda yang tercelup dalam cairan manapun sama dengan rasio kerapatan benda-benda terhadap kerapatan cairan. Rasio kerapatan air dinamakan berat jenis zat itu.
              Bobot jenis (bilangan murni tanpa dimensi ) adalah perbandingan bobot zat terhadap air volume yang sama ditimbang di udara pada suhu yang sama. Bobot jenis suatu zat adalah perbandingan antara bobot zat dibanding dengan volume zat pada suhu tertentu (Biasanya 25oC), Sedangkan rapat jenis adalah perbandingan antara bobot jenis suatu zat dengan bobot jenis air pada suhu tertentu (biasanya dinyatakan sebagai 25o/25o, 25o/4o, 4o/4o). Untuk bidang farmasi, biasanya 25o/25 .
           Angka bobot jenis menggambarkan suatu angka hubngan tanpa dimensi, yang ditarik dari bobot jenis air pada 4oC ( = 1,000 graml-1 ) (4).
Bobot jenis relative dari farmakope-farmakope adalah sebaliknya suatu besaran ditarik dari bobot dan menggambarkan hubungan berat dengan bagian volume yang sama dari zat yang diteliti dengan air, keduanya diukur dalam udara dan pada 200C (4).
Penentuan Bobot Jenis dan Rapat jenis
Penentuan bobot jenis berlangsung dengan piknometer, Areometer, timbangan hidrostatik (timbangan Mohr-Westphal) dan cara manometris. Ada beberapa alat untuk mengukur bobot jenis dan rapat jenis, yaitu menggunakan piknometer, neraca hidrostatis (neraca air), neraca Reimann, beraca Mohr Westphal .
Bobot jenis zat cair
Metode Piknometer . Pinsip metode ini didasarkan atas penentuan massa cairan dan penentuan rungan yang ditempati cairan ini. Ruang piknometer dilakukan dengan menimbang air. Menurut peraturan apotek, harus digunakan piknometer yang sudah ditera, dengan isi ruang dalam ml dan suhu tetentu (20oC). Ketelitian metode piknometer akan bertambah sampai suatu optimum tertentu dengan bertambahnya volume piknometer. Optimun ini terletak sekitar isi ruang 30 ml. Ada dua tipe piknometer, yaitu tipe botol dengan tipe pipet .
Neraca Mohr Westphal dipakai untuk mengukur bobot jenis zat cair. Terdiri atas tua dengan 10 buah lekuk untuk menggantungkan anting, pada ujung lekuk yang ke 10 tergantung sebuah benda celup C terbuat dari gelas (kaca) pejal (tidak berongga), ada yang dalam benda celup dilengkapi dengan sebuah thermometer kecil untuk mengetahui susu cairan yang diukur massa jenisnya, neraca seimbang jika ujum jarum D tepat pada jarum T .
Densimeter merupakan alat untuk mengukur massa jenis (densitas) zat cair secara langsung. Angka-angka yang tertera pada tangkai berskala secara langsung menyatakan massa jenis zat cair yang permukaannya tepat pada angka yang tertera.
IV.              ALAT DAN BAHAN

a.      Alat
·        Piknometer
·        Pipa kapiler
·        Termometer

b.      Bahan
·        Etanol
·        Aseton
·        Klorofom
·        Peluru
·        Lilin

V.                 PROSEDUR


VI.              DATA HASIL PRAKTIKUM
      DATA HASIL PENGAMATAN
       Suhu percobaan 26oC
      1. Bobot Piknometer Kosong                                                = 12,51 gram
     2. Bobot Piknometer + Air                                                    = 22,08 gram
      3. Bobot Piknometer + Etanol                                               = 20,19 gram
      4. Bobot Piknometer + Aseton                                              = 20,07 gram
      5. Bobot Piknometer + Kloroform                                         = 26,23 gram
      6. Bobot Zat Padat (Peluru)                                                  =   0,55 gram
      7. Bobot Piknometer + Peluru + Air                                      = 22,57 gram
      8. Bobot Piknometer + Lilin + Peluru + Air                            = 22,60 gram
      9. Bobot Lilin                                                                        =   0,17 gram

   Bobot Air                  = 22,08 g – 12,51 g       = 9,57 gram
   Bobot Etanol             = 20,19 g – 12,51 g       = 7,68 gram
    Bobot Aseton            = 20,07 g – 12,51 g       = 7,56 gram
    Bobot Kloroform = 26,23 g – 12,51 g            = 13,72 gram
   
    PERHITUNGAN
          Volume Air         = Bobot Air / ρ air            = 9,57/0,9981      = 9,588 g/mL
         BJ Aseton           = Bobot Aseton / V air     = 7,56/9,588        = 0,788 g/mL
          BJ Etanol            = Bobot Etanol / Vair       = 7,68/9,588        = 0,801 g/mL
          BJ Kloroform     = Bobot Aseton / V air     = 13,72/9,588      = 1,431 g/mL

         Kerapatan           = Bobot air-(Bobot Piknometer+Peluru+air)+Bobot   
                                        peluru+Bobot Piknometer Kosong/uaρ air
                                    = 9,57-(22,557)+0,55+12,51 / 0,9981
                                    = 0,06 / 0,9981
                                     = 0,060
Ρ  padatan   = Wp/Vp  = W2 / W4-W3+Wx ρ air
                                     = 0,55 / 22,08-22,57+0,55 x 0,9981
                                     = 0,55/0,06 x 0,9981
                                     = 9,167 x 0,9981
                                     = 9,145 g/mL
Ket:   W2     = Berat Padatan (Peluru)
          W3     = Berat Piknometer + Air + Peluru
          W4     = Berat Piknometer + Air
          Vp      = V Padatan

Kerapatan   = ( b – d + x + a) / ρ air
                   = 9,57–22,57+0,55+12,51 / 0,9981
                   = 0,06 / 0,9981
                   = 0,060 g/mL
Ρ Padatan    = Wp/Vp  = W2 / W4-W3+W2 x ρ air
                   = 0,17 / 22,08-22,60+0,17 x 0,9981
                   = 0,17/0,35 x 0,9981
                   = 0,48507 g/mL
VII.           PEMBAHASAN
            Pada percobaan ini, penentuan kerapatan dan bobot jenis dilakukan dengan menggunakan piknometer. Sampel yang digunakan adalah etanol, kloroform, aseton. Pengukuran dengan menggunakan piknometer, sebelum digunakan harus dibersihkan dan dikeringkan hingga tidak ada sedikitpun titik air di dalamnya. Hal ini bertujuan untuk memperoleh bobot kosong dari alat. Jika masih terdapat titik air di dalamnya, dapat mempengaruhi hasil yang diperoleh. Pada pengisiannya dengan sampel, harus diperhatikan baik-baik agar di dalam alat tidak terdapat gelembung udara, sebab akan mengurangi bobot sampel yang akan diperoleh. Alat piknometer yang digunakan telah dilengkapi dengan termometer, sehingga langsung dapat diketahui suhu sampel tersebut. Pada percobaan etanol, pengukuran harus segera dilakukan ketika piknometer telah diisi sampel, sebab sampel akan terus berkurang bobotnya. Dalam percobaan dengan menggunakan piknometer, aquadest mempunyai kerapataan 0,06 g/cm3. Dan padatan lilin mempunyai kerapatan 0,48507 g/cm3.

VIII.        KESIMPULAN

            Kerapatan adalah  masa perunit volume suatu zat pada temperatur tertentu. Dalam percobaan dengan menggunakan piknometer, aquadest mempunyai kerapataan 0,06 g/cm3. Dan padatan lilin mempunyai kerapatan 0,48507 g/cm3. Pada intinya, bobot cairan itu berbeda, bobot air, etanol, aseton, kloroform mempunyai kerapatan yang berbeda, oleh sebab itu jika masing-masing cairan tersebut ditimbang, akan menghasilkan berat yang berbeda, walaupun dalam bentuk mililiter sama jumlahnya.

IX.              DAFTAR PUSTAKA



           

1 komentar:

Silahkan jika ada pendapat lain, masukan, atau kritik membangun untuk kebaikan penulis, khalayak, dan isi blog ini bisa tuliskan pesan di bawah ini dengan menyertakan identitas. Terima kasih.