Selamat datang di Zona Yoggazta Jaga sikap dan tanamkan kedamaian ya Dan jadiLah diri kamu sendiri ok Yoggazta Cinta Damai

Kamis, 24 Maret 2011

Laporan Praktikum Asam Basa


LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ANALITIK KUANTITATIF

TITRASI ASAM BASA








YOGA KEVAN RAHMAT
FARMASI 2B
31109071



SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BAKTI TUNAS HUSADA (PRODI FARMASI)
TASIKMALAYA
2010
A.     Tujuan
      Menetapkan kadar suatu sample asam dengan mentitrasinya dengan larutan baku basa (alkalimetri) atau sample basa dengan larutan baku asam (asidimetri).

B.     Dasar Teori
      Titrasi merupakan cara penentuan konsentrasi suatu larutan dengan volume tertentu dengan menggunakan larutan yang sudah diketahui konsentrasinya dan mengukur volumenya secara pasti. Bila titrasi menyangkut titrasi asam-basa maka disebut dengan titrasi adisi-alkalimetri. Larutan yang telah diketahui konsentrasinya disebut dengan titran.
Titrasi asam basa adalah reaksi penetralan.
       Titran ditambahkan sedikit demi sedikit (dari dalam buret) pada titrat (larutan yang dititrasi) sampai terjadi perubahan warna indikator. Saat terjadi perubahan warna indikator, maka titrasi dihentikan. Saat terjadi perubahan warna indikator dan titrasi diakhiri disebut dengan titik akhir titrasi dan diharapkan titik akhir titrasi sama dengan titik ekivalen. Semakin jauh titik akhir titrasi dengan titik ekivalen maka semakin besar kesalahan titrasi dan oleh karena itu, pemilihan indikator menjadi sangat penting agar warna indikator berubah saat titik ekivalen tercapai. Pada saat tercapai titik ekivalen maka pH-nya 7 (netral).
Titrasi asam basa terbagi menjadi 5 jenis yaitu :
1. Asam kuat - Basa kuat
2. Asam kuat - Basa lemah
3. Asam lemah - Basa kuat
4. Asam kuat - Garam dari asam lemah
5. Basa kuat - Garam dari basa lemah
Suatu titrasi harus menggunakan indikator asam basa, Indikator asam basa adalah asam lemah atau basa lemah (senyawa organik) yang dalam larutannya warna molekul-molekulnya berbeda dengan warna ion-ionnya.
Macam-macam indikator asam basa :
Cara Melakukan Titrasi Asam Basa
1.  Zat penitrasi (titran) yang merupakan larutan baku dimasukkan ke dalam buret yang telah ditera.
2. Zat yang dititrasi (titrat) ditempatkan pada wadah (Erlen meyer) . Ditempatkan tepat dibawah buret berisi titran.
3.   Tambahkan indikator yang sesuai pada titrat, misalnya, indikator fenoftalien.
4.   Rangkai alat titrasi dengan baik. Buret harus berdiri tegak, wadah titrat tepat dibawah ujung buret, dan tempatkan sehelai kertas putih atau tissu putih di bawah wadah titrat.
5.  Atur titran yang keluar dari buret (titran dikeluarkan sedikit demi sedikit) sampai larutan di dalam gelas kimia menunjukkan perubahan warna dan diperoleh titik akhir titrasi. Hentikan titrasi !
C.  Alat dan bahan
  Alat : Erlen meyer, pipet volume, bulb, buret, alat titrasi, labu ukur, pipet tetes.
  Bahan : Asam oksalat, NaOH, HCL, Aquadest.
D.  Prosedur
 a. 1.                               Asam oksalat @0,7g sebanyak 3 bungkus
    
2.                                                 Asam Oksalat + 50 ml aquadest + 2 tetes phenolftalien

                                        NaOH 0.1 N sampai penuh
     3. 

                            Titrasikan

                                      Campuran prosedur nomor 2 kemudian hentikan setelah berwarna

                                        
     4. Lakukan sebanyak triplo, hitung volume dan kadar NaOH dan rata-ratakan.



 

 b.  1.             sample 10ml HCL

                         sample 10ml HCL + Aquadest add batas garis
      2.




     
3.                                      pipet sebanyak 10 ml                                        10 ml aquadest






     4.
                                         NaOH 0.1 N sampai penuh


                            Titrasikan

                                      Prosedur nomor b 3 diatas, hentikan titrasi sesudah berwarna



  5.  Lakukan sebanyak triplo, hitung volume NaOH dan kadar sample.

E.   Pembahasan

       Pada prosedur a, telah dilakukan titrasi asam oksalat dengan NaOH dan dengan indikator 2 tetes phenolfthalien sebanyak 3x percobaan, pada percobaan pertama volume NaOH berkurang sebanyak 12 ml, kemudian percobaan kedua berkurang sebanyak 11 ml, dan ketiga berkurang sebanyak 10,5 ml. Total rata-rata volumenya adalah 11,16 ml. Zat yang dititran akan berubah menjadi warna merah muda karena adanya indikator di atas. Kemudian pada prosedur b telah dilakukan percobaan dengan sample yang belum diketahui konsentrasinya, sample tersebut diencerkan dengan aquadest sebanyak 100 ml, kemudian dipipet sebanyak 10 ml dengan ditambahkan aquadest 10 ml di gelas kimia/erlenmeyer untuk dititrasi dengan NaOH, dan zat yang dititran ditambahkan 2 tetes indikator phenofthalien, percobaan ini dilakukan 3x, pada percobaan pertama volume NaOH berkurang 3,7 ml, kedua 3,6 ml, ketiga 3,6 ml. Jika warna sudah berubah menjadi merah muda, titrasi harus dihentikan. Berikut terdapat hasil pengamatan :
Tabel Perhitungan :
Mg Asam Oksalat
Volume NaOH
          0,7 g
12 ml
0,7 g
11 ml
0,7 g
10,5 ml
Rata-rata
11,16 ml
Kadar NaOH :
1.        70mg            =  0,092 N


 

      63,04 x 12 ml

2.         70mg            =  0,100 N


 

                                                                            63,.04 x 12 ml

                                                                     3.         70mg            =  0,105 N    +







 

                                                                            63,04 x 12 ml        0,297 / 3 = 0,099 N
Tabel Perhitungan :
Volume HCL
Volume NaOH
10 ml
3,7 ml
10 ml
3,6 ml
10 ml
3,6 ml
Rata-rata
3,63 ml
Kadar NaOH :
1.     3,7 x 0,09           =  0,036 N


 

            10 ml

2.     3,6 x 0,09           =  0,003 N


 

                                                                                 10 ml

                                                                     3.      3,6 x 0,09           =  0,003 N    +







 

                                                                                 10 ml                0,042 / 3 = 0,014 N


F.  Kesimpulan
      Pada indikator phenofthalien, terjadi perubahan warna merah lembayung, itu terjadi karena bukan adanya reaksi kimia, indikator phenofthalien hanya zat untuk menentukan asam atau basa nya suatu zat, karena pH dari phenofthalien itu sendiri adalah 8,3 hingga 10,0. Jadi jika suatu zat berubah warna menjadi merah lembayung, berarti zat tersebut sudah mulai menunjukkan bahwa zat itu basa dengan pH antara 9-10.

G. Daftar Pustaka
828/materi.HTM
http://www.scribd.com/doc/11383094/Lap-Titrasi-Asam-Basa
      http://sangrisang.wordpress.com/2010/04/12/titrasi-asam-basa/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan jika ada pendapat lain, masukan, atau kritik membangun untuk kebaikan penulis, khalayak, dan isi blog ini bisa tuliskan pesan di bawah ini dengan menyertakan identitas. Terima kasih.