Selamat datang di Zona Yoggazta Jaga sikap dan tanamkan kedamaian ya Dan jadiLah diri kamu sendiri ok Yoggazta Cinta Damai

Sabtu, 26 Juli 2014

"Mudik bareng Smartfren di Smartphone ku"

Dua tahun sudah saya setia dengan Smartphone CDMA 3G ini, walaupun Smartphone tapi dia Smartfren bagi saya. Kenapa? Disaat orang lain menggunakan Smartfren Android, saya masih menggunakan Smartphone :(. Tapi tidak masalah, yang penting dan paling utama saya percaya dengan menggunakan smartfren card untuk masalah komunikasi, dimanapun, dalam keadaan apapun, dan kapanpun sinyalnya mantap dan lancar. Buktinya? Di kosan saya di daerah Cimahi, operator selular lain tidak sedikitpun mendapatkan sinyal, kalaupun ingin sinyal bagus ya harus naik ke lantai dua, tapi beda dengan smartphone CDMA 3G ini, dia didukung smartfren card dan sinyal luar biasa lancar.

Oke langsung ke permasalahan, baru kali ini saya merasakan mudik yang luar biasa, ternyata benar apa kata orang-orang, mudik harus siap dengan resiko macetnya. Saya asli dari Tasikmalaya dan kebetulan tahun ini saya sedang melanjutkan kuliah di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di daerah Cimahi, Bandung. Saya mudik 10 hari sebelum hari lebaran tiba. Sepanjang perjalanan sudah pasti membosankan. Saat memasuki jalan Tol Baros dan keluar Tol Buah Batu, kondisi macet sudah mulai terasa, terlebih setelah saya mendapat kemacetan di Jalan Soekarno Hatta Bandung yang sangat luar biasa merayap. Kebetulan hari itu sebelum pulang ke Tasikmalaya mampir dulu ke suatu tempat di Jalan Soekarno Hatta Bandung. Sambil menunggu arus lalu lintas lancar (sepertinya Soekarno Hatta tidak akan pernah lancar), tidak lupa saya selalu mengabadikan moment kemacetan dengan smartphone CDMA 3G ini, lalu pasang sebagai display picture di media sosial. Walaupun situasi lagi macet, tapi urusan yang satu ini “update status dan display picture” harus lancar, ya dengan smartfren card macet pun tak terasa. Kebayang kan kalau lagi macet, cuaca panas, ditambah sinyal yang susah dan lemot, mungkin saja puasa bisa “makruh” saat itu, karena emosi kan?

Sungguh, siang itu cuaca sedang panas membara, tak terasa sekitar jam 14:30 WIB terjadi kemacetan yang luar biasa di daerah Rancaekek Bandung. Macet kurang lebih satu jam, dan setelah situasi lancar sayapun menyempatkan istirahat di salah satu pom bensin daerah Rancaekek sambil melaksanakan ibadah sholat.


Perjalanan pun saya lanjutkan, dan mendapati kemacetan lagi di Jalan Nagreg tetapi tidak terlalu parah. Saya menyempatkan membeli “buah tangan” untuk keluarga di rumah, dan saya mampir ke Rumah Makan Tahu Sumedang tepatnya di Jalan Raya Bandung, Limbangan, untuk membeli tahu khas Sumedang ini (tapi belinya di Limbangan).

Sekitar pukul 17:30 WIB, saya menyempatkan untuk istirahat, berbuka puasa dan sholat maghrib di salah satu rumah makan di Jalan Raya Limbangan “Saung Desa”. Sungguh nikmat berbuka puasa saat itu dengan diawali segelas es jeruk.


Perjalanan dilanjutkan, dan sekitar pukul 20:00 WIB saya sampai di rumah. Terima kasih Smartfren sudah menemani saya selama di perjalanan. Walaupun situasi macet dan perjalanan Bandung – Tasikmalaya jadi 8 jam, untuk mengabadikan dan menjadikan moment di saat situasi dan kondisi tak terkendali tetap harus lancar, demi berbagi kebahagiaan dan informasi dengan sesama, thanks Smartfren ;)